04 Mei 2016 | Desy - Redaksi | Access Control

Pengenalan Iris Muncul Sebagai Teknologi Biometrik Pilihan

Pengenalan Iris Muncul Sebagai Teknologi Biometrik Pilihan

Biometrik secara keseluruhan semakin populer karena sulitnya memalsukan informasi.

Dengan meningkatnya fokus terhadap keamanan fisik dan sistem informasi, protokol identitas sangat penting dalam membantu mencapai level keamanan yang diinginkan terhadap manusia, aset, dan data. Hal ini dikarenakan banyak aspek dari keamanan umum bergantung pada kewenangan dan perizinan yang dipegang oleh seorang individu: membuka pintu tertentu, izin pengunjung, pemberian kunci, mengakses uang atau barang, dsb. Dalam masing-masing kasus, menjaga keamanan bergantung pada pengidentifikasian dengan benar seorang individu dan menyamakannya dengan kewenangan dan izin yang tepat—imperatif identitas.

Biometrik merupakan salah satu kategori protokol identitas yang tumbuh paling pesat. Satu alasan utama untuk hal ini adalah karena informasi biometrik sulit, jika bukan mustahil, untuk dipalsukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita hampir selalu mengonfirmasi identitas orang-orang yang kita kenal menggunakan sebuah versi dari biometrik—kita mengenali wajah, ukuran dan bentuk tubuh, dan suara teman, keluarga, dan kolega kita.

Hanya untuk orang yang tidak kita kenallah kita menggunakan metode lain; misalnya, pemindai keamanan bandara memeriksa paspor atau SIM Anda. Tapi bahkan dalam kasus itu, hanya versi foto dari dokumen-dokumen tersebut yang diterima, karena informasi hampir-biometrik—foto Anda—yang membantu pemindai menghubungkan Anda dengan dokumennya.

Di antara semua biometrik yang tersedia, satu yang berkembang pesat adalah pengenalan iris. Hal ini sama mudah dan sama sederhananya seperti mengambil selfie, dan tidak membutuhkan kontak fisik dengan sensor. Iris tidak dapat dibagi atau dicuri, dan reader iris tidak dapat dibohongi dengan riasan, perubahan gaya rambut atau pakaian. Beberapa reader bahkan dapat membaca melewati kacamata, dalam kondisi cuaca yang berbeda, di luar dan di dalam ruangan.

Intergrasi pemindai iris ke dalam ponsel pintar juga membantu mendorong penerimaan teknologi ini. Terlebih lagi, hal ini hands-free, menambahkan kenyamanan lebih dalam penggunaannya. Seseorang dapat mendekati pintu masuk dengan lengan memeluk buku, tas, dsb. dan tidak perlu mencari-cari kartu masuk.

Karena keakuratan dan kemudahan penggunaannya, teknologi pengenalan iris saat ini diimplementasikan di semakin banyak sistem keamanan, mengganti reader kartu dan keypad untuk memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Beberapa contoh di antaranya termasuk transportasi seperti program perjalanan terdaftar di bandara, layanan finansial sebagai pengganti PIN untuk keamanan perbankan yang lebih, dan aplikasi pendidikan di mana pengenalan iris digunakan untuk peminjaman buku atau ujian online sebagai tambahan integrasi terhadap sistem kontrol akses sekolah. Pengenalan iris juga dapat digunakan pada subjek yang bergerak sehingga membuatnya dapat dipasang di gardu tol/jembatan.

Teknologi pengenalan iris juga dapat menguntungkan dalam aplikasi bisnis. Misalnya, akses gudang, begitu juga dengan area-area terbatas di dalamnya, dapat dikontrol dengan alat yang sama yang dihubungkan dengan sistem manajemen inventaris. Barang-barang yang diambil dapat langsung dicatat untuk jejak audit yang tepat sehingga membatasi pencurian. Biasanya hal ini dilakukan dengan kombinasi kartu, PIN, peralatan genggam, sistem yang dikelola dari jarak jauh, dan bahkan daftar manual. Dengan mengintegrasikan keamanan dan proses bisnis, Anda tahu persis siapa yang berada di lokasi dan apa persisnya yang mereka lakukan di sana.

Riset pasar memprediksi implementasi teknologi biometrik akan tumbuh stabil karena meningkatnya kebutuhan untuk tingkat keamanan data dan identitas yang lebih tinggi. Dengan sebagian besar organisasi sekarang memberi lebih banyak perhatian pada pengelolaan risiko, sistem pengenalan iris yang berbiaya efektif diperkirakan akan menjadi tren besar dalam verifikasi identitas dan kontrol akses.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar