22 Juli 2016 | Desy - Redaksi | Access Control

Kontrol Akses Modern: Protektif dan Pintar

Kontrol akses sudah ada sejak dahulu kala, sejak zaman kuno ketika gerbang kastil dan kota dijaga oleh para pengawal. Sejak saat itu, kontrol akses telah mengalami berbagai transformasi. Hari ini, sistem kontrol akses dihubungkan dan diintegrasikan dengan solusi lain yang tidak hanya membantu melindungi aset fisik dan virtual, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional.

Itulah argumen yang dikedepankan oleh Galaxy Control System dalam buku putih terbarunya yang berjudul “Current State of Access Control”. Laporan ini dimulai dengan penjelasan bagaimana kontrol akses telah berevolusi dari sepasukan pengawal menjadi sistem elektronik yang mengautentifikasi tiga faktor: apa yang Anda miliki, dalam bentuk keyfob dan akhir-akhir ini peralatan mobile; apa yang Anda ketahui, dalam bentuk password dan pertanyaan keamanan; dan apakah Anda, atau biometrik yang nyaris mustahil untuk disalin atau direplika.

Menurut makalah itu, pasar vertikal yang terutama mendapatkan keuntungan dari kontrol akses termasuk bidang kesehatan, mengingat dokter dan staf bisa menjadi sasaran serangan pasien; bidang pendidikan, dilihat dari serangkaian insiden kekerasan di sekolah akhir-akhir ini; kantor pemerintah, yang juga menjadi sasaran teroris; dan gedung komersial dan perkantoran.

Seiring berjalannya waktu, kontrol akses mengalami transisi dari teknologi yang berdiri sendiri menjadi sistem terhubung yang dapat diintegrasikan lebih jauh dengan perangkat lain. Menurut Galaxy Control System, hal ini memiliki berbagai keuntungan. “Staf keamanan dapat mengelola lebih dari satu sistem dengan lebih sedikit, atau bahkan satu, entry point,” tulis laporan tersebut. “Karyawan bisa mendapatkan kenyamanan dari menggunakan satu badge atau kartu akses baik untuk gedung atau untuk keluar, begitu juga dengan sistem elevator pintar, loker penyimpanan barang berharga, dan sebagainya.”

Lebih jauh lagi, data yang dikumpulkan oleh sistem kontrol akses hari ini dapat membantu pengguna akhir membuat strategi pemasaran dan penjualan, memberikan alat yang efektif bukan hanya untuk perlindungan tapi juga untuk pemberdayaan bisnis. “Misalnya, integrasi data yang dikumpulkan dari lokasi masuk/keluar, bersama dengan data dari sistem lain seperti elevator, VMS, dan aktivitas jaringan, menyediakan pandangan yang lebih detail dan lebih lengkap untuk pihak manajemen mengenai proses bisnis dan perilaku karyawan. Dalam cara yang sama, manajer dapat menganalisis pergerakan pelanggan dan membuat laporan aktivitas dengan nama, departemen, atau elemen data lainnya untuk mendukung analisis situasi bisnis mereka dan mendapat wawasan berharga dari pandangan yang komprehensif tersebut.”

Galaxy menutup laporannya dengan mengutip studi kasus yang melibatkan sebuah taman hiburan terkenal, di mana pengunjung pertama-tama mendaftarkan diri sebelum kunjungan, memasukkan berbagai informasi yang dapat diproses dan dianalisis. Ketika pengunjung datang, mereka diberikan gelang RFID yang berisi informasi tersebut. Dengan cara ini, para pengunjung dapat dilacak dan diberi tahu ketika terjadi keadaan darurat. Mereka dapat diberi informasi mengenai restoran atau atraksi di dekat lokasi mereka saat itu berdasarkan pilihan yang mereka masukkan sebelumnya. Lalu, data yang dikumpulkan oleh berbagai peralatan di taman hiburan nantinya dapat membantu taman hiburan meningkatkan proses bisnis dan efisiensi, sehingga dapat meningkatkan pelayanan di masa depan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar