04 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | Access Control

Dua Pelajar Bandung Ubah E-KTP Jadi Kunci Rumah

Foto : Elektronik KTP (E-KTP)

Apa yang dilakukan oleh dua siswa SMKN 2 Bandung, Wildan Pangestu dan Ajizah Fathonah, mengundang decak kagum. Keduanya mampu menciptakan inovasi teknologi sistem keamanan yang bisa diterapkan di setiap hunian. Terinspirasi dari kunci kamar hotel yang memakai kartu, keduanya berhasil menciptakan kunci rumah menggunakan E-KTP.

Kunci tersebut beroperasi dengan tegangan listrik VDC untuk Arduino Uno 5 volt dan alarm selenoid 12 volt. Selain itu, kunci menggunakan elektrikal selenoid door locker yang kuat dan aman serta menggunakan pembaca RFID type RC522 dengan frekuensi 13,56 MHz. Produk kunci itu juga dilengkapi dengan sistem alarm yang akan menyala ketika E-KTP yang tidak terdaftar digunakan sebagai kunci. "Untuk saat ini hanya sampai 20 E-KTP yang bisa dipakai," papar Wildan.

Wildan juga mengharapkan ke depannya alat itu dapat menghubungkan kunci pintu ke telepon pintar pemilik rumah. Ia masih merancang inovasi lanjutan dari produknya itu. "Kami ingin alarm sirine juga terhubung ke petugas keamanan lingkungan rumah sehingga dapat cepat tanggap saat sirine berbunyi," ujarnya.

Siswa lainnya, Ajizah menyebutkan, biaya alat dan jasa pemasangannya sangat murah dan terjangkau. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang harus diperbarui seperti daya yang masih menggunakan baterai berdaya kecil.

Sekadar informasi, karya kedua remaja tersebut diikutsertakan dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMK tingkat nasional 2016. Bahkan, karya itu berhasil masuk 15 besar setelah bersaing dengan dari 500 pendaftar. Menurut guru pembimbing, Agus Hendrik, proses seleksi berlangsung sejak Juli 2016. Seleksi cukup berat karena tidak hanya mengirimkan proposal. Ujian tersebut terbayar karena SMK 2 Bandung menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Bandung yang masuk 15 Besar.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar