19 Oktober 2016 | Desy - Redaksi | Access Control
Oleh Alex Tan, Director of Sales, Physical Access Control System, HID Global, ASEAN

Memanfaatkan Revolusi Mobile dengan Akses Mobile

Alex Tan, Director of Sales, Physical Access Control System, HID Global, ASEAN

Terlepas dari perhatian yang memang layak ditujukan terhadap kejahatan cyber dan pelanggaran data elektronik, keamanan akses fisik, yaitu menjaga siapa yang dapat memasuki ruang kantor, pusat data, dan lain-lain, tetap menjadi pertahanan garda terdepan yang paling penting bagi organisasi di seluruh industri dan berbagai skala perusahaan. Kartu pintar, keyfobs, dan berbagai jenis teknologi akses lainnya sering digunakan di banyak lingkungan kantor sejak lama.

Didorong oleh kemudahan dan efisiensi operasional, perusahaan semakin mencari cara untuk memanfaatkan potensi mobile sebagai yang pertama dan utama (mobile-first world). Memanfaatkan revolusi mobile untuk kontrol akses fisik pada akhirnya akan menggabungkan jaringan dan kebutuhan akses yang aman lainnya, yang menciptakan lingkungan yang lebih terhubung. 

Perangkat pintar ada di mana-mana

Jumlah pengguna smartphone diperkirakan akan mencapai 6,1 miliar pengguna pada tahun 2020, di mana angka tersebut akan mewakili 70 persen populasi dunia, menurut Ericsson[1]. Pengguna smartphone di Asia diperkirakan berjumlah lebih dari 1 miliar pada tahun 2015 dan akan terus meningkat menjadi 1,48 miliar pada tahun 2019.[2]

Selain itu, perangkat jenis baru yang disebut dengan “smart wearables”, seperti kacamata, jam tangan, dan perangkat kebugaran dan kesehatan, akan terus menambah jumlah perangkat mobile di pasar. IDC memprediksi pasar perangkat wearable secara global akan mencapai total 111,1 juta unit yang dipasarkan pada akhir tahun 2016 dan total pengiriman akan mencapai 214,6 juta unit pada tahun 2019[3]. Perangkat-perangkat yang benar-benar mobile dan “always-on” ini bahkan menjadi kandidat yang lebih alami bagi aplikasi kontrol akses karena kemudahan perangkat wearable yang siap pakai.

Perusahaan mengharapkan suatu dunia mobile-first

Memperluas keamanan akses fisik ke perangkat mobile mampu meningkatkan efisiensi perusahaan dengan mengotomatisasi dan menghilangkan sejumlah tugas manual. Bayangkan bagaimana hal ini dapat mengubah skenario yang dimainkan di gedung-gedung bertingkat di seluruh dunia setiap harinya.

Seorang karyawan bepergian menuju sebuah gedung lain, yang juga milik perusahaan tempat ia bekerja, untuk menghadiri suatu rapat. Sebelum tiba di lokasi, ia menginformasikan kepada gedung tersebut mengenai tanggal, waktu, dan durasi kunjungannya. Petugas administrator sistem kontrol akses gedung tersebut kemudian mengaktifkan PACS ID karyawan itu beserta kewenangan-kewenangan terkait melalui sebuah portal akses mobile.

 

Melalui perangkat mobile-nya, karyawan tersebut dapat masuk ke area parkir dan area gedung, dan dengan mudah mengakses ruang konferensi, di mana rapat akan berlangsung. Akses mobile memungkinkan pergerakannya yang lancar di seluruh gedung dan ketika rapat telah selesai, hak akses sementara yang dimiliki oleh karyawan tersebut terhadap gedung itu kemudian dapat diprogram untuk berakhir secara otomatis.

 

Keuntungan akses mobile

1. Kebebasan untuk memindahkan kontrol akses ke ponsel, tablet, wristband, jam tangan dan perangkat wearable lainnya, menawarkan pilihan dan kemudahan bagi pengguna akhir, beserta dengan cara-cara baru yang lebih nyaman untuk membuka pintu dan gerbang.

  • Selalu di tangan: Pengguna tidak perlu menyimpan dan membawa banyak kartu
  • Pengalaman lebih cepat dan mulus: Di garasi parkir atau di gerbang jalan masuk, contohnya, semakin jauh jangkauan standar komunikasi Bluetooth Smart akan memungkinkan pengguna untuk berkendara menuju ke gerbang tanpa harus menurunkan kaca jendela mobil untuk mengaktifkan alat pembaca.
  • Deteksi gerakan: Sensor perangkat pintar, terutama giroskop dan akselerometer, memungkinkan deteksi gerakan, sehingga menawarkan kemampuan untuk membuka pintu dari jarak jauh melalui gerakan intuitif. Misalnya, teknologi Twist and Go yang dipatenkan HID Global memungkinkan pengguna untuk membuka pintu atau gerbang dengan hanya memutar smartphone mereka dengan gerakan yang sama seperti memutar kunci. Hal ini juga menghadirkan lapisan tambahan otentikasi untuk keamanan tambahan.

 

2. Perangkat mobile yang terhubung memperkenalkan cara-cara baru untuk mengelola identitas mobile yang hampir secara real-time.

  • Menghemat waktu: Menggunakan sebuah portal berbasis cloud untuk mengelola identitas mobile secara terpusat, dibandingkan mengelola kartu-kartu fisik, akan menghemat banyak waktu untuk staf. Bahkan sangat mungkin untuk mendaftar banyak pengguna sekaligus dengan mengimpor file CSV atau Excel (batch upload), sedangkan undangan dan penyediaan juga dapat dikelola melalui email.
  • Pendaftaran sederhana untuk pengguna akhir: Pengguna akhir menerima undangan melalui email, mengunduh aplikasi, dan mendaftarkan diri. Identitas mobile tersebut memberikan hak terhadap perangkat pintar sang pengguna akhir.
  • Pengelolaan multi lokasi: Banyak perusahaan memiliki kantor di seluruh dunia dengan sistem kontrol akses yang berbeda. Dengan solusi akses mobile yang mendukung banyak identitas mobile per perangkat mobile, seorang karyawan dapat dengan mudah menerima identitas mobile tambahan di ponselnya sebelum meninggalkan kantor atau saat kedatangannya, yang meniadakan kebutuhan akan kartu pengunjung atau kartu sementara.

 

3. Akses mobile dapat melengkapi solusi kontrol akses yang telah ada dengan menyediakan alternatif ke form factor yang lebih tradisional, sekaligus menawarkan sejumlah manfaat keamanan dibandingkan kartu pintar atau fobs:

  • Nomor PIN yang mudah dibagikan. Sistem lawas seperti Magstripe dan kartu proximity berfrekuensi rendah rentan terhadap kloning (merekam dan memutar ulang). Pada solusi akses mobile yang berkualitas, kredensial digital atau Mobile ID dengan aman tersimpan dan terlindungi, yang memanfaatkan fitur keamanan dari sistem operasi mobile (seperti sandbox atau PIN) dan enkripsi yang kuat.
  • Komunikasi dengan alat pembaca dalam jarak yang lebih jauh. Alat pembaca dapat dipasang di sisi pintu yang aman, yang meminimalisir risiko pencurian, serangan atau pengamatan fisik.
  • Tidak mudah hilang. Ponsel sangat jarang dipakai bersama atau dicuri di lingkungan kerja, namun kasus kehilangan ini akan lebih mudah terjadi jika menggunakan kartu.
  • Hak akses yang dikendalikan dari jarak jauh. Jika perangkat mobile hilang, dicuri, atau dalam keadaan berbahaya, hak akses dapat dihentikan dengan mudah melalui portal manajemen.
  • Otentikasi. Perangkat pintar juga mendukung otentikasi multi faktor, identifikasi biometrik, dan fitur keamanan canggih lainnya yang jauh melampaui kemampuan kartu biasa.

Perusahaan-perusahaan saat ini mulai melihat manfaat dari penggabungan akses fisik dan logis. Perangkat mobile mengubah cara kerja para pegawai dan mengubah pandangan perusahaan tentang operasi, jaringan, dan keamanan perangkat mobile. Membuat perangkat mobile untuk berfungsi sebagai alat bagi akses yang aman akan menghasilkan kenyamanan lebih bagi pengguna; kemudahan lebih bagi perusahaan untuk mengelola; keamanan lebih daripada teknologi generasi sebelumnya; serta menciptakan peluang untuk konvergensi jaringan dan keamanan fisik yang tidak tersedia dengan peralatan akses lawas.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar