19 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | Access Control

Bersama truPortal, Ademco Kenalkan Akses Kontrol Terintegrasi Berbasis Mobile

General Manager PT Ademco Security Indonesia, Tince Tohir Bersama Sejumlah Perwakilan Principal

Gedung-gedung di negara-negara benua Eropa dan Amerika sudah lebih dulu mengenal sistem kontrol akses modern, yang memungkinkan pengelola gedung dapat memastikan keselamatan dan keamanan setiap penghuni gedung saat terjadi insiden yang tak diinginkan, seperti bencana kebakaran.

Namun tidak demikian dengan mayoritas sistem keamanan gedung-gedung di Indonesia. Kerena itu, PT Ademco Security Indonesia ingin mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat di tanah air untuk meninggalkan sistem kontrol akses konvensional dan beralih ke sistem kontrol akses yang lebih modern. Mengusung tema “Integration System Goes On Mobile” Ademco Security Indonesia memperkenalkan solusi kontrol akses yang diklaim mampu memberikan rasa aman bagi penggunannya, seperti yang dimiliki merek truPortal.

General Manager Ademco Security Indonesia, Tince Tohir menjelaskan dengan menggunakan sistem kontrol akses yang terintegrasi dan terkoneksi secara mobile memungkinkan pengguna atau pengelola gedung melakukan kontrol langsung ke dalam sistem melalui gadget, dimana pun, kapan pun dan bahkan dalam konsisi darurat sekali pun.

Kondisi tersebut yang ingin ditawarkan Ademco kepada masyarakat melalui merek truProtal. “Fitur mustering yang dimiliki truPortal, merupakan fitur standar tanpa harus membayar lisensi. Fitur ini memungkinkan pengelola menciptakan lebih dari satu master reader. Jadi saat emergency, pintu otomatis dianggap dalam keadaan terbuka (open). Dan SOP-nya setiap orang harus tapping kartu akses, kemudian kumpul di assembly point,” ujarnya kepada Indo security System, Senin (17/10/2016) di Novotel Jakarta.

Tince menilai, kemampuan ini akan sangat berguna dan efektif diterapkan di gedung-gedung di Indonesia, mengingat banyak sekali insiden kebakaran yang terjadi di gedung-gedung bertingkat, yang tak jarang memakan korban jiwa.  “Kemudian pengelola gedung dapat memastikan apakah seluruh penghuni gedung sudah keluar dari gedung. Jika pun ada orang yang lupa tapping namun sosoknya secara fisik terlihat maka pengelola bisa memasukan orang tersebut dalam zona aman. Sehingga bisa dilihat siapa saja yang masih tertinggal untuk dilakukan penyelamatan.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar