28 Juni 2017 | Reza - Redaksi | Access Control

AS Andalkan Biometrik Untuk Memantau Aktivitas Penerbangan Warga Asing

Asisten Deputi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat, John Wagner mengumumkan bahawa kini bandara-bandara di Amerika Serikat telah menerapkan sistem keluar berbasis biometrik. Sistem ini memungkinkan proses verifikasi identitas pengunjung asing yang hendak berangkat melakukan perjalan dari bandara di AS.
 
Pengumuman tersebut muncul beberapa minggu setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri merilis laporan yang menyebut, terdapat 629.000 pengunjung yang telah memperpajang visa mereka, dikarenakan belum diterapkannya sistem keluar berbasisi biometrik yang komprehensif pada terminal keberangkatan di setiap bandara-bandara di AS.
 
Wagner menjelaskan skema prosedur verifikasi identitas. Ketika seorang penumpang warga asing yang check in untuk penerbangan internasional, data biografinya akan dikirim ke pihak Imigrasi sesaat dia menunjukan paspornya. Di mana data tersebut diperiksa sekaligus dibandingkan dengan data pantauan terorisme. Dengan menggunakan data biografi ini, agensi kemudian menyusun manifes untuk penerbangan.
 
Dia menambahkan teknologi ini telah diuji coba di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dan tengah diuji coba di Bandara Internasional Washington Dulles untuk satu penerbangan setiap hari ke Dubai.
 
“Kita bisa menggunakan data biografi untuk menarik foto-foto penumpang yang berangkat pada penerbangan itu ke dalam cloud yang tersegmentasi. Dan proses pencocokan tidak akan memakan waktu yang lama, hanya butuh beberapa detik saja. Karena ukurannya yang kecil dan efensiensi pencocokan algoritma yang terbaru.” 


Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar