04 Oktober 2017 | Eric S. Chandra - Markom 3Si | Access Control

Pengenalan Wajah Biometrik 3D - Satu ‘Dimensi’ lebih banyak dari yang lain

Jagalah wajah Anda, karena wajah merupakan id Anda

Dunia teknologi semakin ramai dengan munculnya smart phone yang menggunakan ‘Face ID’. Sebelumnya, station kereta api di Wuhan China, menggunakan pengenalan wajah, yakni: tap KTP lalu pindai wajah, penumpang sudah bisa masuk ke stasion, menggantikan tiket KA. Bandara terbesar di China, Beijing Airport juga tidak mau ketinggalan, mereka mengumumkan kerja sama dengan Baidu untuk menggunakan wajah saat boarding ke pesawat.

Kemudian ATM di China juga menggunakan pengenalan wajah untuk bertransaksi, yakni: China Construction Bank (CCB), Agriculture Bank of China (ABC) dan China Merchant Bank (CMC). Alibaba, raksasa ritel, sedang riset untuk menggunakan wajah dalam transaksi di toko tanpa kasir. Dari fenomena ini bisa dilihat, ke depannya wajah bakal banyak digunakan dimana mana.

Mengapa wajah yang dipilih? Di dunia ini tidak ada orang yang wajahnya sama percis, meski kembar identik, dan wajah juga tidak mungkin hilang, lagipula wajah itu susah dipalsukan. Singkat kata, wajah itu bernilai ribuan password yang sangat susah ditembus. Inilah semua kelebihannya dibanding biometrik lainnya.

Teknologi pengenalan wajah yang canggih harus mengadopsi biometrik tiga dimensi ( 3D ), dimana lekukan wajah dipetakan ke algoritma untuk menandakan ciri khas setiap wajah, ini merupakan tingkat kesulitan yang tinggi dan lebih kompleks karena wajah itu dinamik, bisa berubah karena pertumbuhan, seperti: kumis, jenggot, gemuk, kurus dll, perubahan warna kulit, mimik wajah yang dipengaruhi oleh suasana hati maupun posisi wajah yang berubah dan wajah yang bergerak saat penggunaannya.

Belum lagi faktor eksternal yang turut mempengaruhi, misalnya: kacamata, lensa kontak, topi, jilbab, semuanya ini harus diperhitungkan, agar wajah yang beraneka ragam bisa terbaca.

Sekarang sudah tersedia printer 3 D yang bisa mencetak wajah sama seperti aslinya, sehingga wajah bisa digandakan, dan hal ini harus bisa diantisipasi agar bisa membedakan antara wajah asli dengan, foto/gambar atau video, topeng 3D yang canggih, sehingga tingkat keamanannya terjamin, jadi tidak ada titip absen lagi di pabrik.

Dari penggunaanya, juga harus diperhitungkan efisiensi dan efektifitasnya. Efisiensi itu menyangkut waktu identifikasi wajah yang harus singkat, dalam satu detik dengan wajah tidak harus berdiam di tempat atau terpaku di satu posisi. Ini adalah perbedaan yang paling mencolok dibanding dengan biometrik lainnya yang hanya dua dimensi.

Dari segi efektifitas, harus bisa mengenali wajah dengan ketepatan hingga 99,99%, meski wajah didandan atau kondisi pencahayaan yang gelap total.

Dengan begitu banyak faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengenalan wajah seseorang, ini membuat teknologi pengenalan wajah yang canggih jarang ada dipasaran. Kalau adapun harganya pun selangit.

Pengenalan wajah termasuk ‘non-contact /contactless’, dimana user tidak bersentuhan dengan alat sehingga tidak ada komponen yang aus (maintenance free) serta lebih higenis untuk mencegah penularan penyakit, sangat cocok untuk rumah sakit, lab, pabrik farmasi atau makanan, area publik.

Semua yang dijabarkan di atas, telah hadir di Indonesia, yaitu: AccuFACE® - biometrik 3D, untuk memberikan solusi atas kebutuhan keamanan tingkat tinggi, dengan fitur yang cukup lengkap, seperti: bisa menyimpan foto wajah penyusup, orang asing dan tamu yang berkunjung sehingga mudah ditelusuri / dilacak. Inilah keunggulan biometrik wajah, untuk info lebih lengkap, silahkan telusuri di www.3si.com.tw



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar