15 November 2017 | Reza - Redaksi | Access Control

Pemprov Babel Undur Peluncuran Sistem Absensi Terintegrasi

Penampakan Mesin Absensi Finger Print di Salah Satu OPD Pemprov Babel

Rencana pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan sistem absensi finger print yang terintegrasi terpaksa diundur peluncurannya. Batalnya launching absensi finger print lantaran perangkat finger print belum datang.

Kepala Bidang Penilian Kinerja, Informasi dan Kesejahteraan BKPSDM Babel, Yudi Suhasri menyatakan  jika perangkat finger print belum datang pihaknya tidak bisa melakukan integrasi sistem.

"Barangnya yang belum sampai, kalau kita sistem dan perekaman sudah semua. Ternyata pengiriman barang dari pihak ketiga pembelian melalui online e-katalog itu lebih lama dari dugaan kita, ada beberapa yang harus indent dulu," ujarnya.

Lebih lanjut dia membeberkan, baru 10 persen peralatan finger print yang sudah datang. Berkaitan itu, dia menuturkan,  beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah siap untuk menerapkan sistem finger print baru sekretariat daerah, BKPSDM Babel, Kesbangpol, dan Rumah Sakit Umum Provinsi.

Mengenai pembatalan peluncuran, pria yang akrab disapa Yudi ini menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang di luar perkiraan. Dia berjanji pengintegrasian sistem absensi akan segera dilaksanakan jika mayoritas OPD sudah menerima perangkat mesin absensi.

 "Kita menunggu semuanya, sampai 50 persen saja setidaknya barang itu ada baru bisa kita terapkan dan integrasikan. Karena masih banyak alat pembaca sidik jari belum datang ke masing-masing OPD," jelasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar