22 Januari 2018 | Reza - Redaksi | Access Control

Lapas Cibinong Terapkan Pengawasan Berbasis Digital

Suasana di Lapas Cibinong

Sederet kabar burung yang bernada negatif tentang kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (LP), sudah sering hilir mudik di telinga masyarakat luas. Karenanya perlu adanya pembenahan di setiap-setiap Lapas agar dapat menlunturkan stigma negatif yang sudah cukup lama melekat.Lapas Kelas II A Cibinong menjadi salah satu Lapas yang serius berbenah, salah satu upayanya dengan cara menerapkan sistem pengawasan berbasis digital.

Kalapas Kelas II A Cibinong, Agung Krisna menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin merupakan salah satu Lapas yang menerapkan sistem IT pertama di Indonesia, setiap pelayanan menggunakan IT termasuk dalam mengakses keluar masuk pengunjung atau tamu. “Dalam layanan pemasyarakatan rata-rata sudah berbasis IT yaitu loket pendaftaran kunjungan Lapas Cibinong, menggunakan E-KTP sebagai sarana input data pengunjung atau tamu, Sistem Sidik Jari akses keluar masuk di pintu utama, Ruang Ramah Anak, dan Ruang laktasi ibu menyusui,”tambahnya.

Dalam pelayanan kantin, lanjut Agung, pelayanan menggunakan jempol yang merupakan ikon inovasi Lapas Cibinong dalam mewujudkan program Bebas Peredaran Uang bagi warga binaan Lapas. “Jika ada yang ingin membeli makanan di kantin Lapas pengunjung hanya perlu menggunakan sidik jari ke mesin khusus. Selain itu telepon gratis bagi reward cash back dari Implementasi Kantin Jempol. Lalu Layanan self Service di Saung Kahiji dan Halte Pembinaan di mana napi bisa mengetahui kapan masuk dan bebas secara elektronik,”bebernya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar