20 Agustus 2018 | Denny - Redaksi | Access Control

Begini Prosedur Keamanan Sebelum Memasuki Venue Asian Games

Pemindaian barang di venue Asian Games 2018

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, INASGOC, menerapkan prosedur keamanan yang cukup ketat untuk memasuki setiap venue yang berada di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Hal tersebut dilakukan agar suasana tetap kondusif selama penyelenggaraan pertandingan.

Seperti yang dilansir bola.com, prosedur ketat tersebut dirasakan oleh awak media dan penonton yang akan memasuki Aquatic Center. Yang pertama ditemui sebelum memasuki venue adalah sejumlah sukarelawan yang menanyakan kepemilikan tiket pertandingan.

Setelah berhasil dikonfirmasi, pengunjung lalu harus harus melewati mesin pemindai untuk mengetahui alat atau barang yang dibawa ke dalam venue. Mesin pemindai yang tersedia terbilang canggih karena terintegrasi teknologi computed tomography (CT). Dengan sistem ini, petugas keamanan bisa mendapatkan citra tiga dimensi dari barang-barang yang dibawa pengunjung venue.

Menurut seorang sukarelawan, semua barang yang dibawa pengunjung, ofisial, maupun awak media akan terlihat jelas dengan CT scan. Pemindai dengan teknologi serupa kerap dijumpai saat berada di bandara atau hotel berbintang.

INASGOC mengintegrasikan teknolgi canggih itu untuk menjamin keamanan para atlet, ofisial, hingga penonton yang datang langsung menyaksikan laga Asian Games 2018.

Setelah melewati prosedur pemindaian alat, para pengunjung venue kemudian diwajibkan memindai tiketnya di mesin yang telah disediakan untuk menyaksikan pertandingan. Barcode yang ada di tiket harus dipindai menggunakan sebuah mesin yang disediakan InNASGOC. Jika sesuai, nama pembeli tiket akan muncul di sebuah layar besar di depannya.

Situasi ini juga berlaku untuk para atlet, ofisial, dan media yang ingin meliput jalannya pertandingan. Mereka juga harus melewati prosedur yang ditetapkan untuk menghindari masuknya penyusup atau pendatang gelap.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar