11 Maret 2016 | Denny - Redaksi | CCTV

Kamera CCTV Anda Ternyata Rentan Diretas

Jangan yakin dulu dengan keamanan kamera CCTV yang anda miliki. Setelah membaca artikel ini, mungkin kepercayaan diri Anda soal CCTV yang tak gampang ditembus hacker, akan sedikit meluntur. Sebabnya, penelitian baru dari perusahaan video surveillance berbasis cloud, Cloudview, menunjukkan bahwa sebagian besar sistem CCTV dapat diretas dengan mudah.

Dalam laporan mereka yang berjudul “Apakah sistem CCTV Anda aman dari serangan dunia maya?” ada kerentanan utama dalam dua sistem CCTV yang ada saat ini, yaitu CCTV berbasis DVR tradisional, serta sistem video berbasis cloud. Disebutkan, para hacker dapat mudah membajak koneksi ke alamat IP perangkat CCTV. Jika sudah diretas, maka si korban berisiko kehilangan data-data penting yang malah mengancam kehidupan mereka.

Lalu, bagaimana mereka melakukannya? Pertama, mereka menempatkan lima router, DVR dan kamera IP di internet. Kemudian perangkat tersebut dijalankan melalui software dan firmware terbaru buatan hacker. Menurut laporan itu, satu perangkat dapat diretas dalam beberapa menit, sementara ada juga beberapa yang memerlukan waktu sehari.

Laporan ini juga menjelaskan betapa DVR tradisional memiliki masalah dengan port forwarding, Dynamic DNS serta update firmware. Sehingga menurut hacker, perangkat keamanan anda terbuka untuk diretas.

Tak jauh berbeda dengan video CCTV berbasis cloud, sistem port forwarding pada sistem ini juga disinyalir mengalami masalah. Menurut laporan, sistem cloud seringkali gagal mengamankan protokol internet serta lemahnya melakukan  pengkodean ulang (enkripsi).

"Setiap perangkat yang terhubung ke internet adalah target potensial untuk serangan peretas, ini mencakup pula sistem CCTV," kata Andrew Tierney, seorang konsultan independen yang melakukan penelitian tentang hal ini. Menurut dia lagi, kelemahan dua sistem CCTV tersebut mudah memberikan pintu gerbang bagi para hacker jahat untuk merusak semua sistem calon korban.

Untuk menghindari serangan para hacker, Andrew menyarankan para pengguna CCTV untuk segera mengubah nama pengguna serta kata sandi default, ke kata-kata yang lebih aman.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar