Share

Sebagai salah satu negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar potensial untuk bidang security system. Perkembangannya ditunjuk oleh beberapa faktor, mulai dari rawannya kondisi keamanan, keputusan pemerintah untuk meningkatkan pengamanan dan gelombang pembangunan infrastruktur.

Menurut laporan terbaru dari riset lembaga 6W Research, pasar kamera CCTV (video surveillance) di Indonesia diproyeksikan mencapai 203.140.000 dolar Amerika pada tahun 2022 nanti.

"Sistem video surveillance analog menyumbang sebagian besar pendapatan dan saham volume pasar Indonesia karena harga murah  dan kemudahan instalasi. Namun, pada tahun 2022, segmen video surveillance IP akan memimpin pasar secara keseluruhan dalam hal pendapatan," kata Prijo Samuel, Senior Research Analyst, Riset dan Konsultasi di 6W Research.

"Penurunan harga, meningkatkan kualitas gambar, kemampuan pemantauan jarak jauh yang lebih baik, serta dapat mengakomodasi kebutuhan pengamanan infrastruktur baru di kota-kota besar, adalah beberapa alasan yang membuat kamera CCTV IP mencuat di pasar sistem pengawasan," sambungnya.

Sementara itu, Rishi Malhotra, Research Associate, Riset dan Konsultasi di 6W Research menambahkan, mayoritas pertumbuhan bakal dipengaruhi oleh lonjakan pembangunan berbagai infrastruktur publik.

"Banyak event atau infrastruktur yang akan digelar seperti Asian Games 2018, proyek Mass Rapid Transit, proyek Light Rail Transit, perluasan dan pembangunan bandara baru, pelabuhan laut, SEZ, jalan tol, rel kereta api dan kawasan industri akan mendorong pasar untuk sistem video surveillance di Indonesia", pungkas Malhotra.

#Businness  #Article

Related Articles

CCTV Card image cap
News Card image cap
  reza  14 March 2017
 14 March 2017
News Card image cap
  reza  25 August 2018
 25 August 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.