16 Agustus 2016 | Reza - Redaksi | CCTV
Fitur Spesial

Standar Kompresi Video H.265

Saat ini semakin banyak produsen kamera  CCTV yang mulai memperkenalkan kamera  dengan resolusi Ultra HD atau 4K UHD atau setara dengan 8,3 Megapixel (MP). Dengan resolusi yang semakin tinggi, maka semakin dibutuhkan bandwidth serta storage yang lebih besar. Untuk menghindari hal tersebut, maka dibutuhkan suatu teknologi kompresi data yang lebih baik.

Teknologi kompresi H.264 saat ini merupakan teknologi kompresi video yang paling banyak digunakan. Namun diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan teknologi ini tidak akan memadai lagi untuk mengkompresi video dengan resolusi yang semakin tinggi. Batas maksimal resolusi video yang didukung oleh teknologi kompresi H.264 adalah 4K UHD atau setara dengan 8,3 MP video, dan Frame per Second (FPS) yang  didukung hanya sampai 60 FPS saja.

Beberapa produsen kamera CCTV sudah mulai mengeluarkan produk-produk di atas 4K UHD atau 8MP. Kamera dengan resolusi 12MP, 16MP, 24MP, bahkan 30MP sudah bisa kita temukan di pasaran (atau mungkin pada saat tulisan ini diturunkan, sudah ada yang mengeluarkan lebih dari 30 MP). Untuk mendukung tingginya resolusi tersebut maka harus menggunakan sistem kompresi yang lebih baik pula.

Untuk itu, hadirlah standar kompresi baru yakni H.265. Sistem kompresi ini sudah mendukung sampai dengan 8K UHD video atau setara dengan 33,2 MP dan sudah mendukung sampai 300 FPS.  Sistem kompresi ini lebih efisien 40 sampai 50 persen dibandingkan dengan H.264. Sistem kompresi yang jauh lebih efisien ini akan menghasilkan bandwidth yang lebih rendah untuk kualitas gambar yang sama atau dapat memberikan kualitas gambar yang lebih baik untuk bandwidth yang sama. 

Selain itu, H.265 juga membuat kualitas gambar yang dapat dilihat melalui perangkat mobile akan menjadi semakin baik. Tak lama lagi video yang ditampilkan pada perangkat mobile adalah video-video dengan kualitas HD dengan FPS yang sudah cukup tinggi.

Meski memiliki berbagai kelebihan namun sayangnya kompresi H.265 masih belum diadopsi secara luas pada saat ini. Hal tersebut diakibatkan beberapa alasan, salah satunya masih tingginya harga GPU (Graphics Processing Unit) yang dibutukan. Pasalnya, kekuatan GPU yang dibutuhkan untuk proses kompresi meningkat hingga dua kali lipat. Selain itu, sistem lisensi untuk H.265 juga lebih mahal dibandingkan H.264.


APAKAH KOMPRESI H.265 SUDAH DIBUTUHKAN SAAT INI ?

Jika dicermati lebih lanjut, hampir seluruh pabrikan CCTV saat ini berlomba-lomba mengeluarkan kamera CCTV dengan resolusi yang semakin tinggi, minimal setara HD atau full HD, bahkan beberapa sudah mengeluarkan kamera 4K UHD atau lebih tinggi lagi

Dapot Sitanggang,Product & Marketing Manager Security Systems PT Robert Bosch, Indonesia mengatakan hadirnya sistem kompresi H.265 didorong oleh permintaan konsumen untuk resolusi kamera CCTV yang makin tinggi. Akan tetapi, konsumen harus memerhatikan masalah kompatibilitas dengan teknologi yang digunakan saat ini.Bosch sendiri baru akan mengeluarkan produk dengan teknologi H.265 di awal tahun depan.

Walaupun demikian, Bosch memastikan kompatibilitas yang tetap terjaga terhadap barang-barang yang sudah dibeli pada saat ini sehingga investasi yang sudah dikeluarkan konsumen untuk produk-produk Bosch Security System tidak akan sia-sia.

Sementara itu, Henry Gautama, Chief Technology Officer PT Intisar Solusindo, distributor kamera CCTV Avigilon mengemukakan bahwa, Avigilon memiliki teknologi sendiri yang disebut High Definition Stream Management (HDSM) yaitu teknologi manajemen stream yang telah dipatenkan, yang secara signifikan mengurangi kebutuhan bandwidth antara server dan klien. Serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi klien, memungkinkan skalabilitas yang lebih baik dan meningkatkan resolusi kamera.

“Saat ini Avigilon sudah memiliki kamera dengan resolusi video 7K di mana mayoritas produsen CCTV yang lain masih memikirkan cara untuk bisa mengirimkan video 4K,” jelasnya kepada Indo Security System.

Henry mengaku hingga saat ini Avigilon memang belum secara khusus meluncurkan produk yang mendukung H.265. Namun kembali lagi, dengan sistem HDSM dari Avigilon, maka gambar dan streaming video dengan resolusi tinggi sekalipun akan bisa dengan mulus ditampilkan. Pasalnya setiap file dari kamera CCTV ke Recording Server akan dipecah-pecah dan digabungkan lagi sedemikian rupa agar terkompresi maksimal.


Sumber : Majalah Indo Security System Vol.1 Edisi Juni 2016, Hal 34-35.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar