13 Oktober 2016 | Denny - Redaksi | CCTV

Makassar Terpilih untuk Penerapan Traffic Information System

Peresmian Traffic Information System Makassar

Kota Makassar dipilih sebagai kota yang akan menjalankan sistem informasi lalu lintas terpadu, yang dinamakan Traffic Information System (TIS). Proyek pertama di Indonesia ini akan membantu para pengendara untuk mengakses ruas jalan dan memilih rute.

Proyek yang dikembangkan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), anak perusahaan dari PT Margautama Nusantara (MUN) yang mengelola sektor jalan tol dari grup PT Nusantara Infrastructure Tbk, ini akan menghadirkan informasi secara real time.

Informasi tersebut berupa tayangan yang bersumber dari CCTV yang disambungkan melalui kabel fibre optic. Kemudian di ruang kendali utama, segala informasi tersebut diproses, dikalkulasi, dan diintegrasikan agar dapat disiarkan pada videotron bagi pengguna jalan maupun di aplikasi smartphone.

“Sementara kita menyiapkan tiga videotron yang titiknya berada di Jalan Nusantara (depan gerbang PT Pelindo IV), dua lainnya masih dalam proses yang lokasinya di Jalan AP Petta Rani, dan Maros,” terang Management PT MUN, Joko Santoso saat Launching TIS, dan Jembatan Tallo II di Gerbang Tol Kalukubodoa km 3 + 800, Kamis, (6/10/2016).

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, TIS adalah langkah cukup signifikan dalam mengurai kemacetan di Makassar. “TIS telah sesuai dengan apa yang kita lakukan di Makassar. CCTV dalam kota terintegrasi dengan War Room. TIS dapat membantu mengurai kemacetan dengan memberikan informasi arus lalu lintas kepada pengguna jalan sehingga mereka memiliki pilihan akan melalui jalur yang mana untuk tiba di tujuan,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, pemilihan kota Makassar sebagai pilot project TIS adalah dengan alasan bahwa kota ini memiliki inovasi di berbagai bidang, dan Makassar kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Teknologi ini juga dikembangkan untuk mendukung Pemerintah kota Makassar dalam inisiasi program Smart City,” kata Herry.

Selain TIS, solusi lain untuk mengurai kemacetan di Makassar lewat pembangunan Jembatan Tallo II yang turut diresmikan di hari yang sama. Karena menurut data, dari 2014 ke 2015 terjadi peningkatan volume kendaraan hingga lebih dari 5% setiap harinya.

"TIS diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik – baiknya dan memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga kemaceyan dapat terurai perlahan–lahan,” tukas General Manager PT Nusantara Infrastructure Tbk, Deden Rochmawaty.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar