13 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

Makin Menjamur, PKL di Kota Bogor Akan Dipantau CCTV

Foto : Upaya Penertiban Pedagang Kaki Lima

Fenomena Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering berjualan di sembarang tempat sudah menjadi permasalahan klasik yang mendera kehidupan perkotaan. Aksi kejar-kejaran para petugas penertib dengan pedagang, atau bocornya informasi razia sudah menjadi santapan sehari-hari kehidupan perkotaan.

Terkait itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor akan memasang CCTV untuk memantau para Pedagang Kaki Lima (PKL). Diharapkan dengan sistem ini para PKL di Bogor tidak menjamur lagi serta penanganan pun dapat lebih cepat. Kasatpol PP Kota Bogor Hery Karnadi menjelaskan, pemasangan CCTV tersebut fungsinya sebagai alat pemantau kondisi PKL termasuk petugas Satpol PP. Sehingga keberadaan CCTV bisa memudahkan tugas Satpol PP dibandingkan dengan pemantauan patroli karena harus berputar-putar ke beberapa titik untuk menertibkan PKL. "Jadi, ketika ada peningkatan eskalasi di lapangan itu bisa segera direspons dengan cepat," jelasnya.

Dia melanjutkan, sistem CCTV tersebut akan diterapkan dari sekarang dimulai di kantung-kantung PKL yang telah ditertibkan seperti PKL di kawasan Jalan Cidangiang, Komplek Kehutanan, dan kawasan Empang. "Terkecuali untuk kawasan yang komplek semisal di kawasan Jalan Mayor Oking, penanganan PKL harus lintas SKPD. Selain itu, upaya kami lainnya dengan pemasangan CCTV," tuturnya.

Lebih jauh Hery menjelaskan, ada beberapa kategori PKL yang berdagang di pasar dan tempat keramaian. Untuk pedagang sayuran dan buah di tempat yang dimaksud ataupun di pasar tumpah bukan ketegori sebagai PKL. Namun, ada beberapa tempat yang harus steril dari PKL. Oleh sebab itu, kata Hery, pengawasan dan penjagaan harus ekstra ketat dari Satpol PP di beberapa tempat yang harus steril PKL. "Penataan PKL pasar tumpah solusinya cuma satu: harus dimasukan ke dalam pasar. Berbeda dengan PKL lain, untuk efek jera bisa dengan disita barang dan kelengkapan dagangnya," tutupnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar