19 Oktober 2016 | Desy - Redaksi | CCTV
Kamera termal adalah salah satu solusi paling cocok untuk membuat sistem transportasi publik lebih aman, menurut posting blog FLIR Systems.

Kenapa Kamera Termal Ideal untuk Keselamatan Transportasi Publik

“Setiap hari, penumpang transportasi publik bergantung pada kereta api atau trem untuk membawa mereka dengan selamat dan tetap waktu ke tempat tujuan mereka,” kata posting blog tersebut. “Akan tetapi, kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran atau tindakan ceroboh manusia bisa membuat keterlambatan, serta merusak gerbong dan infrastruktur rel. Kamera termal dapat mendeteksi banyak insiden seperti ini sehingga dapat membantu operator transportasi publik mengambil tindakan yang tepat.”

Biasanya kamera pengawasan video digunakan untuk memonitor lingkungan tranportasi publik seperti peron dan rel kereta api. Akan tetapi, walaupun merupakan alat yang dapat diandalkan untuk analisis video, kamera pengawas membutuhkan algoritma tambahan untuk mengatasi beberapa limitasi. Untuk pengoperasian optimal di malam hari, lampu tambahan mungkin juga dibutuhkan. Lebih jauh lagi, CCTV biasa bisa dibutakan oleh cahaya dari matahari atau kereta api. Ini adalah beberapa alasan kenapa FLIR merekomendasikan penggunaan kamera termal dibanding kamera biasa.

“Kamera termal dapat mengatasi semua limitasi karena menghasilkan gambar yang jelas berdasarkan sedikit perbedaan temperatur dan tidak terpengaruh oleh tantangan lingkungan, seperti kegelapan total, asap atau kabut,” kata FLIR. “Mereka sama sekali tidak membutuhkan cahaya dan tidak dapat dibutakan oleh sinar matahari langsung; karena itu mereka adalah sumber deteksi yang ideal untuk 24/7.

“Kamera termal menghasilkan gambar radiasi “panas” atau infra merah yang tidak kasatmata. Berdasarkan perbedaan temparatur di antara objek, sensor gambar termal menghasilkan gambar yang jelas dalam semua kondisi pencahayaan, siang atau malam. Kamera termal akan memungkinkan operator stasiun untuk mendeteksi penyusup, mobil yang berhenti di rel, orang yang jatuh dari peron ke rel, orang yang berjalan di terowongan, dan sebagainya.”


Deteksi kendaraan dan manusia di titik-titik krusial
 
Kamera termal terutamanya berguna di tempat-tempat seperti terowongan di mana kamera tersebut dapat mendeteksi manusia dan memperingatkan operator dengan informasi yang relevan. Di tempat seperti perlintasan kereta api, kamera termal dapat mencegah tabrakan antara kereta api dan rintangan dengan mendeteksi apakah ada kendaraan yang berhenti di rel dan merintangi jalur kereta.

“Operator dapat melihat ancaman di tempat kerjanya dan memutuskan skenario keselamatan mana yang tepat. Tabrakan kereta api-kendaraan dapat dicegah dengan memperingatkan kereta api/trem yang melaju dengan sinyal rel, lampu peringatan, atau langsung kepada masinis.”

Menjawab tantangan detektor kebakaran tradisional
 
Kamera termal dapat secara potensial memainkan peran penting dalam mendeteksi kebakaran di terowongan dan gerbong. Detektor kebakaran tradisional kadang bergantung pada asap untuk mendeteksi kebakaran. Ini berarti asapnya harus sampai ke detektor terlebih dahulu sebelum alarm dapat berbunyi. Di lain pihak, alarm tersebut juga dapat dipicu oleh masalah sepele seperti asap rokok.

“Kamera termal memiliki kemampuan untuk melihat asal api jauh lebih cepat dibanding detektor asap konvensional karena tidak bergantung pada partikel asap untuk mencapai sensor atau perubahan temperatur lingkungan, tapi menggunakan energi termal yang datang dari objek di lapang pandangnya. Dengan menambahkan algoritma deteksi video dinamis, kamera termal juga dapat mengetahui ukuran, tingkat kenaikan temperatur, dan pergerakan dari sebuah hotspot.”

Kesimpulannya, FLIR mengatakan bahwa kamera termal adalah sebuah teknologi yang sangat fleksibel, menawarkan kualitas gambar yang tinggi, pilihan lensa multipel, dan kemudahan instalasi, serta didesain untuk lingkungan yang keras dan segala cuaca.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar