17 November 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

Tahun Depan, Pos Pengamatan Gunung Api Dilengkapi Kamera Termal dan CCTV

FOTO : Petugas Sedang Mengamati Aktivitas Gunung Berapi

Peralatan mitigasi bencana yang dimiliki pos-pos pengamatan di Indonesia terbilang sudah ketinggalan zaman, masih menggunakan teknologi era 80-90an. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan modernisasi alat mitigasi bencana diseluruh pos pengamatan bencana yang ada di Indonesia.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menegaskan modernisasi peralatan memang perlu dilakukan mengingat hampir 40 persen masyarakat Indonesia bermukim di kawasan rawan bencana. Maka dari itu, peranan Badan Geologi sangat penting dalam hal mitigasi bencana dan gempa. Jonan berencana akan segera memulai modernisasi peralatan di tahun depan.

Selain untuk alasan keamanan pemutakhiran peralatan dinilai Jonan dapat membantu lembaga-lembaga terkait mengumpulkan data riset dan penelitian. “Pada 2017 nanti semua alat deteksi bencana harus dimoderinasi yang baru, bukan ditambah. Selain itu juga, peralatan baru akan berperan sebagai penyumbang data survei-survei dan riset cadangan migas dan minerba,” tutur Jonan.

Menanggapi itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial mengungkapkan, kebutuhannya terhadap beberapa alat modernisasi diantaranya alat monitoring pergerakan potensi erupsi, seismograf, CCTV dan thermal camera. Pembaharuan alat dikatakannya sebagai kebutuhan mendasar karena kondisi alam di wilayah gunung berapi di Indonesia sangat dipengaruhi kabut, sering menggangu produktivitas peralatan saat beroperasi.

Dia menambahkan, jika pemutakhiran jadi dilakukan maka nantinya peralatan tersebut akan didatangkan secara kemudian disebar ke 74 pos pengamatan di Indonesia, sedangkan terkait anggaran yang diperlukan, Ego belum bisa menyebutkan secara rinci karena harus merevitalisasi terlebih dulu segala jenis peralatan. “Alat yang sekarang digunakan memang tahun 80’n jadi kita perlu teknologi terbaru yang tahan segala cuaca ekstrem sekalipun. Kalau pengajuan anggaran kami belum hitung lagi, mungkin nanti akan kami sampaikan,” jelas Ego.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar