17 November 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

Pusdalop, Wahana Simulasi dan CCTV Lengkapi Fasilitas Kantor BPBD Denpasar

FOTO : Petugas BPBD Denpasar Sedang Memberikan Pendidikan Tanggap Bencana Kepada Siswa Taman Kanak-kanak

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar baru saja dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung berbasis teknologi. Gedung bertingkat tiga ini kian canggih dengan adanya pusat pengendalian operasi (Pusdalop), yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai pusat pemantau kawasan Denpasar melalui kamera CCTV yang ditempatkan di bebarapa titik strategis, sekaligus sebagai pengontrol pergerakan mobil ambulan dan pemadam kebakaran agar secepat mungkin mencapai tempat bencana.

Selain itu BPBD Denpasar juga memiliki Wahana simulasi Laboratrium yang dilengkapi dengan film animasi lima dimensi seperti Tsunami, Kebakaran, Puting Beliung, Gempa Bumi dan banyak lainnya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat tentang penanggulan bencana.

Made Prapta, Kepala pelaksana  BPBD Denpasar menjelaskan bahwa adanya perangkat dan fasilitas pendukung berbasis teknologi tersebut sangat selaras dengan visi misi kota Denpasar menuju Smart City, selain itu fasilitas tersebut juga akan memberikan pemahaman dan pendidikan pada masyarakat untuk pemandu dilapangan jika ada bencana.

"Program ini sebagai pengurangan resiko bencana, melalui pembangunan sarana dan prasarana yang berbasis teknologi, dalam membangun Kota Denpasar sebagai smart city, dan selain itu adanya sarana GPS yang akan membantu pergerakan mobil ambulanc dan pemadam kebakaran untuk secepat mungkin datang ke TKP," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ikut meresmikan wahana simulasi laboratorium bencana dan software/aplikasi Pusdalops, mengharapkan dengan adanya wahana simulasi dan Pusdalop BPBD akan semakin baik kedepannya untuk membantu masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar.

"Ini sangat bagus sekali adanya wahana simulasi laboratrium, yang nantinya akan dikunjungi oleh anak-anak dan masyarakat, dan khususnya masyarakat pesisir seperti Sanur, dan Serangan, untuk menambah pengetahuan dan pendidikan menanggulangi masalah bencana," ucap Dharmawijaya Mantra.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar