25 November 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

Pemkot Malang Diminta Perbanyak CCTV Di Persimpangan Jalan

FOTO : Penampakan Kamera CCTV di Persimpangan Jalan

Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Rudatin, mendesak Pemkot Semarang meniru langkah yang telah dilakukan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pasalnya saat ini Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mengurangi personel penjaga di pertigaan dan perempatan yang memiliki lampu lalu lintas, lantaran di wilayah-wilayah tersebut telah terpasang kamera pengawas (CCTV).

Dia menilai upaya pemanfaatkan teknologi akan meningkatkan tingkat efektivitas penegakan hukum bagi pengendara. Dengan adanya kamera pengawas, tidak perlu lagi petugas kepolisian melakukan aksi kejar-kejaran dengan pelanggar lalu lintas.

Karena menurutnya bila pengendara melanggar lalu lintas, maka akan didenda sebesar Rp 500.000 (motor) dan Rp 1.000.000 (mobil) yang akan dikenakan pada saat memperpanjang STNK. Bukti pun akan terlampir lengkap dengan foto nomor pelat kendaraan yang telah di-zoom. “Karena dengan upaya tersebut jadi mengajak kita untuk tertib berlalu-lintas sehingga efeknya nanti akan meningkatkan keselamatan lalu-lintas,” tuturnya.

Rudatin menegaskan, sistem itu sebenarnya telah diterapkan di berbagai negara lainnya. Diyakini cara itu juga bisa mengurangi bertemunya aparat penegak hukum dan pelanggar sehingga penegakan hukum menjadi lebih objektif dan bebas pungli.

“Namun perlu infrastruktur sistem dan SDM yang siap, akurat dan terpercaya, serta besarnya denda harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku (UU no.22 Tahun 2009) dan peraturan pendukung di bawahnya,” pungkasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar