28 November 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

Kini Lalu Lintas di TPST Bantar Gerbang Terpantau Secara Real Time

FOTO : Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berbenah diri dalam rangka meningkatkan pelayanan. Saat ini, Dinas Kebersihan telah menerapkan sistem pengolahan sampah termutakhir, khususnya dalam pengaturan dan pengawasan lalu lintas (management traffic) truk sampah, yang mana selama ini proses dwelling time truk sampah dinilai terlalu lama.

Sekadar catatan, dwelling time truk sampah adalah ukuran waktu yang dibutuhkan truk sampah sejak muatan sampahnya dibongkar hingga keluar dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan terkait management traffic truk sampah, Dinas Kebersihan telah membangun sebuah aplikasi teknologi informasi dengan harapan aplikasi ini dapat mencegah terjadinya antrean truk yang panjang dan memangkas waktu tinggal truk sampah.

Lebih rinci dia menjelaskan, Dinas Kebersihan telah melakukan antisipasi kedatangan kendaraan dengan mengintegrasikan Global Positioning System (GPS) yang sudah terpasang di setiap unit truk sampah dengan sistem jembatan timbang. Sehingga, dalam radius beberapa kilometer dari TPST Bantar Gebang, truk sampah menuju TPST sudah terdeteksi dan dapat diantisipasi management traffic di dalam TPST. “Langkah ini sebagai upaya kami untuk mencegah antrean yang lama saat pembuangan. Target kami dwelling time truk sampah maksimal hanya 3 jam di TPST Bantar Gebang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan efisiensi, sejumlah kamera pengawas (CCTV) pun turut dilibatkan. CCTV akan terhubung dengan aplikasi, sehingga melalui aplikasi ini jumlah truk yang menuju TPST Bantar Gebang dapat terdeteksi dalam radius 1-10 km dan rata-rata dwelling time truk sampah di TPST pun juga turut dapat diperkirakan dengan akurat.

“Kini TPST Bantar Gebang dilengkapi CCTV di jembatan timbang masuk dan di CCTV jembatan timbang keluar, sehingga monitoring lalu-lintas di jembatan timbang TPST Bantar Gebang dapat dipantau secara real time,” tambah Kepala Unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Kebersihan, Asep Kuswanto. 

Asep melanjutkan, apabila nantinya antrean kendaraan berlebih di dalam area TPST dan menuju TPST, maka unitnya dapat menginformasikan melalui Command Center Dinas Kebersihan kepada Suku Dinas dan Seksi Kecamatan Kebersihan untuk mengirimkan truk pada shift berikutnya



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar