01 Desember 2016 | Reza - Redaksi | CCTV

CCTV Bukan Tontonan, Pemkot Makassar Batasi Akses Warga

FOTO : Suasana War Room di Kantor Balaikota Makassar

Kebanyakan Kota atau Kabupaten di Indonesia yang tengah menerapkan konsep kota pintar, biasanya dengan bebas membagi hasil pantauan kamera pengawas (CCTV) kepada masyarakat baik secara real-time maupun rekaman. Namun tidak demikian dengan Kota Makassar.

Alasannya, bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, hasil gambar atau video yang didapat kamera CCTV bukan untuk ditonton tapi dianalisa bagaimana pergerakan, pretensi, dan keadaan kota. . “CCTV jika dibagi ke publik takutnya nanti bisa disalah-gunakan,” tutur Kepala Bagian War Room Makassar Denny Hidayat.

Lebih jauh dia menjelaskan jika masyarakat ingin melihat perkembangan dari kerja war room, agar memfollow twiter DiskominfoMks. “CCTV ini dibuat bukan untuk di nonton tapi kita analisa. Dan kita sudah bekerhasama dengan Polda, Direktur IT, dan tentara untuk mengalisa keadaan, pergerakan, dan prediksinya bagaimana itu kita analisa bukan cuma diluar liat apa yang terjadi sekarang,” paparnya.

Kendati demikian, dia meminta warga untuk tidak khawatir dengan kualitas pengawasan yang dimiliki Pemkot Makassar. karena CCTV yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar menggunakan implementasi PAN (Kiri-kanan) Tilt (Atas-Bawah) dan Zooming atau PTZ. CCTV jenis ini diklaim punya kemampuan lensa kamera yang sanggup menjangkau jarak berkilo-kilo meter. “Dengan jarak berkilo-kilometer pun kamera bisa zoom sampai menembus jendela orang lain,” tegasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar