09 Februari 2017 | Reza - Redaksi | CCTV
Tips Dan Trik

Cara Menghitung Kapasitas Rekaman CCTV

Saat ini CCTV sudah menjadi perangkat umum yang digunakan hampir di semua tempat. Mal, gedung perkantoran, kafe, restoran, kantor, minimarket, dan sebagainya hampir semuanya sudah dipasangi CCTV. Dengan begitu, saat ada suatu kejadian yang memerlukan barang bukti, diharapkan CCTV dapat menyajikan bukti autentik yang dapat digunakan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Sayangnya, tidak selalu seperti itu kejadiannya. Seringkali kita mendengar bahwa rekaman CCTV yang ada tidak dapat membuktikan apa-apa. Hal ini antara lain disebabkan oleh:

1. Kejadiannya sudah lewat cukup lama sehingga rekaman CCTV sudah terhapus atau tertimpa rekaman yang baru.

2. Resolusi yang diatur terlalu rendah sehingga gambar yang dihasilkan tidak jelas.

3. Frame per Second (fps) diatur terlalu rendah  sehingga gambar yang direkam terputus-putus.

Pertimbangan-pertimbangan di atas biasanya disebabkan karena terbatasnya kapasitas hard disk yang terpasang. Untuk kebutuhan skala menengah ke bawah umumnya menggunakan alat rekam (DVR/NVR) dengan slot hard disk antara 1 sampai 4 slot di mana masing-masing slot bisa dipasangkan hard disk dengan kapasitas maksimum 6TB.

Jadi maksimum kapasitas hard disknya adalah 4 slot x 6TB = 24 TB. Sedangkan untuk kapasitas channel biasanya adalah 4ch, 8ch, 16ch atau 32ch.  Di atas kapasitas ini biasanya masuk dalam kategori kebutuhan skala menengah ke atas

Dari penjelasan di atas, terlihat ada 3 faktor yang umumnya menjadi parameter dalam menentukan kebutuhan kapasitas rekaman yakni waktu penyimpanan, resolusi, dan frame rate rekaman. Semakin lama waktu penyimpanan atau semakin tinggi resolusi atau frame rate rekamannya, maka akan semakin besar pula kapasitas rekaman yang harus diperlukan.

Contoh penghitungan kapasitas rekaman dengan menggunakan aplikasi CCTV Calculator, misalkan:

• Jumlah kamera: 16 unit

• Stream kamera: H.264

• Resolusi kamera: Full HD 1080p

• Frame rate: 25 fps

• Lama rekaman: 30 hari Kapasitas rekaman yang dibutuhkan adalah 17.667GB atau sekitar 17TB.

Apabila alat perekam belum dibeli, maka disarankan untuk membeli alat rekaman dengan kapasitas HDD minimum 17TB seperti data tersebut. Tetapi apabila alat perekam sudah dibeli dengan kapasitas 8TB, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
1. Mengurang resolusi dari Full HD 1080p menjadi HD 720p. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kapasitas rekaman menjadi 7.852GB atau sekitar 8TB.
2. Mengurangi frame rate menjadi 12 fps. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kapasitas rekaman menjadi 8.480GB atau sekitar 8TB.
3. Mengurangi lama rekaman menjadi 15 hari. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kapasitas rekaman menjadi 8.833GB atau sekitar 8TB.

Faktor-faktor di atas dapat dipilih salah satu atau dikombinasikan jika ditemui keadaan seperti kapasitas hdd yang terpasang di bawah 8TB atau kebutuhan lama rekaman di atas 30 hari. Namun demikian masih terdapat beberapa faktor yang turut memengaruhi perhitungan kapasitas rekaman antara lain ramai atau tidaknya area yang dipantau, sistem kompresi yang berbeda, adanya fitur-fitur tambahan seperti Noise Reduction, dan lain sebagainya.

Informasi seperti ini penting baik bagi pengguna maupun penjual. Penghitungan kapasitas rekaman diharapkan dapat dikomunikasikan terlebih dulu kepada pengguna sebelum transaksi pembelian sehingga pengguna dapat mengambil keputusan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Karena pada akhirnya, kepuasan pelanggan memang sudah sepatutnya menjadi prioritas dalam berbisnis.

 

 

Sumber : Majalah Indo Security System Vol. 3 Edisi Desember 2016 - Januari 2017



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar