27 April 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Aksi Pemerkosaan Merajalela, Aliansi Mahasiswi Samarinda Desak Penambahan CCTV

Ilustrasi Aksi Perkosaan

Tindak krimininal dan asusila yang mengincar kaum perempuan kian marak terjadi. Langkah dan upaya pihak kepolisian dalam menandaskan aksi ini masih kalah cepat dari banyaknya laporan perkara yang masih menunggu giliran untuk ditangani.

Polresta Samarinda mencatat, terdapat 392 laporan kasus kejahatan jalanan di tahun 2016, yang mana sebagian besar korbannya adalah perempuan yang tengah melintas di jalan sendirian. Dari jumlah tersebut sudah ada 174 kasus yang terselesaikan.

Kondisi ini membuat masyarakat khususnya dari kalangan perempuan menjadi resah. Sekelompok mahasiswi yang tergabung dalam Forum Perempuan Mulawarman pun melakukan aksi damai di simpang Mal Lembuswana sebagai bentuk protes atas situasi yang meresahkan ini, dan  sekaligus menyuarakan upaya pengamanan yang lebih agar tidak ada lagi kaum perempuan menjudi korban kejahatan jalanan.

Salah satu perwakilan Forum, Maya Rahmanah, menyatakan peran kepolisian dan pemerintah masih minimalis. Dia menuturkan, sudah banyak kasus memilukan dengan perempuan dan anak sebagai objek kekerasan. Salah satunya yakni tewasnya Umi Rika setelah jadi korban pembegalan di flyover. Selain itu, sambungnya, ada pula kisah pemerkosaan remaja perempuan oleh 13 sopir angkutan kota.

“Ini sudah jadi kegelisahan kaum perempuan. Sudah seharusnya pemerintah kota menambahkan jumlah kamera pengawas dan penerangan jalan di beberapa titik yang dianggap rawan,” pinta perempuan yang aktif di sejumlah organisasi tersebut. 

Atas pengungkapan kasus yang tidak mencapai separuhnya, polisi pun meminta maaf. Sekaligus mengharap pemakluman, lantaran semua baru bisa diungkap ketika ada laporan masuk dari masyarakat. Kemudian, dilanjutkan ke penyelidikan dengan tingkat kerumitan beragam. Pengungkapan tak semudah membalik telapak tangan. Kasubag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan mengatakan, sudah saatnya masyarakat memosisikan diri sebagai pengundang kejahatan.

Danovan menegaskan, kepolisian bakal terus menambah jam prioritas kepada masyarakat. “Patroli sambang hingga menyebarkan personel ke seluruh titik terus intens dilakukan,” tegas Danovan. 

Dia menambahkan, khusus perempuan, agar tak menggunakan perhiasan mencolok ketika berjalan. Selain itu agar tak berkendara sendiri dan menghindari daerah rawan tindak kejahatan. Pasalnya, para pelaku kerap mengincar korban perempuan. 

 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar