04 Juli 2017 | Reza - Redaksi | CCTV

Buntut Insiden Ransel, Pengelola ITC Depok Diminta Pasang CCTV

Proses Identifikasi Ransel Diduga Bom di Depan ITC Depok oleh Tim Gegana

Warga Depok sempat dibuat gempar dengan ditemukannya dua tas tak bertuan, di sekitar kawasan ITC Depok, kemarin (3/7). Kedua tas tersebut sempat disangka berisikan bom dan membuat kepanikan. Beruntungnya, pihak Kepolisian bergerak cepat dan memastikan bahwa kedua tas tersebut tidak berisikan bahan peledak.

Buntut dari peristiwa tersebut, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyatakan bakal mewajibkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) di tempat-tempat keramaian. Langkah ini diambil agar semua aktivitas masyarakat terekam jelas, apabila ada hal-hal yang tak diinginkan dapat termonitor siapa pelakunya.

Dia pun menyatakan akan meminta pengelola ITC Depok untuk memasang kamera pengawas di bagian depan, agar semua momen dan siapapun yang lalu lalang di depan pusat perbelanjaannya bisa terekam. "Kami mengimbau, karena regulasinya belum ada, untuk rumah-rumah yang usaha yang besar ini agar ada CCTV. Ini menjadi target kami di tahun ini dan tahun 2018 seluruh wilayah, seluruh tempat ada CCTV-nya," ujarnya.

Selain itu, Pradi menyayangkan karena insiden tas itu membuat masyarakat menjadi gelisah dan khawatir. "Ini sudah membuat kami gelisah tentunya. Kami sangat khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi menyangkut nyawa manusia. Apalagi menyangkut nyawa orang-orang yang tidak berdosa," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pancoran Mas, Komisaris Hamonangan Nadapdap menyatakan setelah Tim Gegana melalukan identifikasi, telah dipastikan bahwa kedua tas tak bertuan itu berisikan pakaian. Dia menuturkan dua tas tersebut diletakan oleh dua orang yang turun dari angkot di depan ITC Depok. Gerak gerik dua orang tersebut dianggap mencurigakan karena sebelumnya keluar dari ITC, dan naik angkot. 

Orang-orang tersebut mempunyai ciri-ciri tinggi sekitar 165 cm, kulit sawo matang, satu pelaku berkaos panjang warna hitam, celana jean biru dongker dan berambut pendek. Sedangkan, satu lagi mempunyai rambut gondrong diikat/ kuncir, jaket hitam dan celana jeans. "Kami masih menyelidiki. Barang bukti masih diselidiki," ujarnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar