10 Juli 2017 | Reza - Redaksi | CCTV

Pasca Erupsi, Kawah Sileri Diawasi CCTV

Detik-detik Letusan Kawah Sileri

Beberapa waktu belakangan, aktivitas Kawah Sileri meningkat hingga menghasilkan erupsi. Alat pengukur suhu dan pencatat multigas (multigas reader) yang sudah terpasangkan di sekitar lokasi menjadi rusak akibat letusan yang terjadi pekan lalu. Sampai saat ini, belum dipasang lagi alat pengganti sehingga sementara waktu pengukuran dilakukan manual tiap enam jam sekali.

Sebagai alternatif, pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Dieng memasang kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) untuk memantau aktivitas Kawah yang berada di Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara tersebut.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dieng, Surip mengatakan CCTV itu dipasang untuk mengamati aktivitas kawah secara visual, seperti ketinggian asap dan warna asap. Pemasangan CCTV dilakukan di titik yang relatif aman, yakni jarak 200 meter dari pinggir kawah. CCTV tersebut diharapkan bisa membantu menganalisas aktivitas Kawah Sileri.

“Kita melakukan pengukuran sekarang pakai manual. Karena seluruh peralatan dari PVMBG yang dipasang, kemarin itu mati semua. Tentunya, hasilnya kan jauh berbeda.Jadi untuk ketinggian asap, warna asap, nanti secara visual kita dapat laporan CCTV yang dikirim ke pos secara real-time,”katanya.

Terkait itu, Surip menyatakan, saat ini Kawah Sileri dan objek wisata pemandian air hangat masih ditutup untuk umum. Sedangkan jarak aman Kawah Sileri adalah 100 meter dari bibir kawah. Sebab, meski cenderung normal, dia menyebut aktivitas kawah Sileri masih fluktuatif. Hal ini setelah memperhitungkan suhu, embusan asap dan kegempaan. Selain itu dia juga mengemukakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, kepolisian dan pemerintah desa setempat untuk mencegah warga setempat atau pengunjung yang hendak menerobos zona aman.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar