14 September 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Kerap Macet, Jumlah CCTV di Kota Bekasi Belum Memadai

Ilustrasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyatakan wilayahnya kekurangan kamera CCTV untuk pemantauan arus lalu lintas. Diketahui saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi hanya memiliki sebanyak 11 kamera CCTV.

”Dari 11 kamera, hanya sembilan unit yang beroperasi. Sedangkan, dua kamera dalam kondisi rusak karena termakan usia,” jelas Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana. Menurutnya, seluruh kamera yang ada itu dimaksimalkan khusus untuk pengawasan arus lalu lintas.

Dia menambahkan, keberadaan CCTV tersebut untuk membangun sistem tilang melalui kamera CCTV belum bisa dilakukan. Sementara Kota Surabaya mempunyai ratusan CCTV untuk membangun sistem penilangan tersebut.

”Bekasi butuh tiga tahun untuk mengikuti Surabaya,” ucapnya. Yayan menjelaskan, keberadaan CCTV sudah berjalan sejak 2008 lalu dan untuk servernya sendiri terpusat di Automatic Traffic Control System (ATCS). Bahkan, sistem ini sudah terkoneksi sejak dahulu dan mampu mengawasi dan mengurai kemacetan yang ada.

Bukan itu saja, lanut dia, perangkat online agar bisa terkoneksi dengan pihak Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) juga membutuhkan waktu dan biaya besar. Sebab, sistem penilangan CCTV itu melibatkan banyak pihak.

”Harus terkoneksi dengan pihak kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan juga,” paparnya. Yayan memprediksi, untuk biaya pengadaan CCTV di setiap pertigaan jumlahnya tidak sedikit.

Karena untuk simpang rawan macet di Kota Bekasi jumlahnya cukup banyak. Makanya, saat ini pemerintah daerah memfokuskan ke pembangunan jalan alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan.

Saat ini simpang rawan kemacetan jumlahnya mencapai 12 titik. Di antaranya, simpang Harapan Indah, simpang Pondok Ungu, simpang Alexindo, depan Stasiun Kranji, simpang Bulan-bulan, depan Pasar Baru Bekasi, simpang Bulak Kapal, simpang Komsen.

Simpang Sumber Artha, simpang Metropolitan Mal, simpang SMPN 2, dan simpang Tol Bekasi Timur.”Wilayah yang terdata ini rawan kemacetan setiap harinya, kami bersama pihak kepolisian mencoba terus mengurai kemacetan yang terjadi di 12 titik kemacetan ini,” ungkapnya.

Yayan menambahkan, pembangunan infrastruktur untuk program penilangan CCTV bisa dilakukan dari sekarang. Sebisa mungkin program itu akan diluncurkan pada tahun 2018 mendatang. Apalagi, saat ini ATCS sudah terkoneksi dengan Pusat Komando Data di Pemerintah Kota Bekasi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar