15 September 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Ini Kendala DKI untuk Terapkan E-Tilang

Ilustrasi

Metode tilang elektronik (e-tilang) melalui kamera CCTV yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan cukup lancar. Sejak mulai diterapkan, ratusan pengendara tertangkap basah melakukan pelanggaran lalu lintas. Selama lima hari sosialisai e-tilang, Pemkot Surabaya mencatat 400 lebih pelanggaran.

Kondisi tersebut sebenarnya pernah terjadi di DKI Jakarta.  Polda Metro Jaya pernah melakukan uji coba serupa pada Januari 2017. Saat itu, 8.040 pelanggar tertangkap basah dalam berbagai macam pelanggaran lalu lintas.

Dalam uji coba tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang sekira 6.500 CCTV di berbagai titik. Namun, polisi menilai penerapan e-tilang belum dapat direalisasikan lantaran terkendala berbagai hal seperti sumber daya manusia dan kelengkapan registrasi dan administrasi kepemilikan kendaraan.

Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, saat ini banyak kepemilikan kendaraan di Jakarta yang bermasalah, misalnya, banyaknya unit kendaraan yang tidak sesuai dengan surat kepemilikannya, soal alamat pemilik kendaraan yang tak akurat hingga soal jual beli mobil.

"Banyak kendaraan yang bukan miliknya sendiri sehingga menyulitkan untuk pendataan, seperti soal alamat pelanggar. Kendala lainnya adalah banyak kendaraan pembelian bekas yang tidak segera dibalik nama. Jadi kalau mau denda tilangnya dilakukan saat pembayaran pajak " jelas Budiyanto.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar