30 Oktober 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Pemkot Pekalongan Pasang CCTV untuk Pengelolaan Parkir

Ilustrasi

Pemkot Pekalongan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologin (BPPT) akan memasang kamera CCTV untuk memonitor pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan. Hal ini akan dilakukan mulai tanggal 1-3 November 2017 mendatang.

Peralatan sistem pengawasan parkir berbasis kamera tersebutertujuan untuk mengetahui secara pasti berapa sebenarnya potensi parkir yang ada di kawasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan Slamet Prihantono, melalui Sekretaris Dishub Priyantomo, pemasangan kamera cctv berikut sistem dan aplikasinya ini merupakan salah satu tindak lanjut MoU Pemkot Pekalongan dengan BPPT terkait penerapan e-parking.

Mengenai rencana itu, Priyantomo mengatakan, Dishub sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Antara lain dengan DPUPR, berkaitan dengan pemasangan lampu, tiang, maupun sambungan listriknya. Selain itu juga dengan Diskominfo, terkait dengan penyimpanan datanya.

“Nanti akan dipertimbangkan lebih lanjut, apakah datanya akan disimpan di Diskominfo atau disimpan di server ATCS Dishub. Nanti akan dipertimbangkan dahulu, melihat titik fiber optik terdekat. Kalau dekat dengan Dishub, akan disimpan di server ATCS, yang mana akan terpantau selama 24 jam dan datanya akan tersimpan sampai dua bulan,” bebernya.

Sementara ini, setelah dilakukan instalasi di lokasi, sistem pengelolaan parkir berbasis kamera itu akan diuji coba terleboh dahulu selama sekitar satu bulan. “Harapannya di bulan Desember mendatang sudah bisa kita manfaatkan untuk menghitung potensi parkir yang ada di situ. Bisa juga dikembangkan untuk keamanan di lokasi tersebut,” ucapnya.

Priyantomo menjelaskan, dengan adanya teknologi yang dikembangkan BPPT itu, nantinya potensi parkir akan bisa terhitung dengan jelas. Dengan pemantauan melalui kamera, akan secara otomatis menghitung berapa kendaraan yang parkir di lokasi tersebut. Ada sensor khusus yang akan menghitung kendaraan yang parkir, sehingga datanya akan lebih valid dan semuanya terekam melalui kamera.

“Memang sementara jangkauannya masih terbatas karena baru di tiga titik di Alun-alun. Tetap harapannya, ke depan bisa lebih dikembangkan lagi, sehingga tidak ada lagi adu argumen dengan pengelola parkir setempat mengenai potensi parkir yang ada di situ,” imbuhnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar