01 November 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Ini Penyebab Pemkot Surabaya Belum Terapkan Tilang CCTV

Surabaya Intelligent Transport Systems

Para pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera CCTV di Surabaya belum juga diberi sanksi oleh aparat setempat. Mereka beralasan, keputusan pemberlakuan sanksi tilang CCTV menunggu peraturan baku dari Polri.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Robben Rico. Menurut dia pihaknya bersama Polrestabes Surabaya dan tim ahli saat ini tengah menggodok draft aturan teknis untuk tilang dengan CCTV tersebut.

Diketahui, Dishub Kota Surabaya telah memasang tiga kamera tilang CCTV di tiga ruas jalan di Surabaya, yakni di Jalan Kertajaya, jalan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), serta jalan di depan Masjid Al-Falah. Rencananya, Dishub akan mememasang satu kemera tilang lagi di Jalan Ahmad Yani.

Sejak Oktober 2017, Dishub dan Polrestabes Surabaya sudah mengaktifkan kamera tilang CCTV. Bagi pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, Polrestabes Surabaya mengirim surat pemberitahuan pelanggaran dan mengirimkannya ke alamat rumah sesuai alamat nomor kendaraan tersebut

Robben mengatakan dengan diterapkannya kamera tilang CCTV, angka pelanggaran lalu lintas di Surabaya menjadi turun. "Turun hingga 62-80 persen," katanya. Dia menyatakan kebijakan yang diambil Dishub dan Polrestabes Surabaya mendapat dukungan dari masyarakat.

Sistem kamera tilang CCTV terintegrasi dengan Surabaya Intelligent Transport System (SITS). SITS adalah sistem yang mampu memonitor pelanggaran lalu lintas berbasis teknologi informasi. ‎Kamera itu mampu merekam dan menangkap nomor kendaraan dengan resolusi tinggi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar