17 November 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Polisi: Biaya Perangkat Pengawasan Lalin Itu Mahal

Ilustrasi

Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia adalah lemahnya pengawasan. Hal tersebut dikarenakan mahalnya biaya pengadaan perangkat elektronik pemantau lalu lintas.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa, menjelaskan ilustrasinya, bahwa harga satu tiang berikut speeding camera menurutnya bisa mencapai Rp 1 miliar. Kendati mahal, namun pembelian infrastruktur tersebut merupakan investasi jangka panjang yang bermuara pada penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas.

Bila modernisasi sistem lalu lintas diterapkan, ia optimistis proses penegakan hukum lalu lintas bisa berjalan lebih efektif. "Kalau ada yang berkendara melebihi kecepatan yang ditetapkan, identitas kendaraannya ketahuan, penindakan secara elektronik bisa didenda di Samsat atau disurati ke rumah," ucapnya.

Royke mencontohkan, di Singapura sudah diberlakukan penegakkan hukum yang ketat dan ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadikan negara tersebut memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang rendah.

Dalam lingkup ASEAN, Singapura dan Brunei Darussalam tercatat memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas terendah. Sementara enam negara yang paling tinggi angka kecelakaan lalu lintasnya adalah Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Laos.

Royke pun bercita-cita agar sistem pengawasan lalu lintas di Indonesia dikerjakan dengan memanfaatkan teknologi. "Di negara maju, polisi jarang ada di jalan, tapi pengawasan menggunakan teknologi, CCTV, speeding camera. Kedepannya Polantas Indonesia tidak akan manual lagi, pelan-pelan akan berangsur seperti itu," tuturnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar