23 November 2017 | Denny - Redaksi | CCTV

Waspada Bencana, BPBD Sleman Pantau Debit Air Sungai Pakai CCTV

Ilustrasi

Musim penghujan yang sudah dialami di sebagian besar wilayah Indonesia membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya adalah dengan memantau debit air sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

"Kita pasang early warning system (EWS) berupa kamera CCTV agar secara visual bisa memantau peningkatan aliran air sungai," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman Heru Saptono, Selasa (21/11/2017).

Heru menjelaskan, beberapa kamera CCTV dipasang di hampir seluruh sungai yang melintasi wilayah Sleman. Di antaranya di Kemiri, Pulo Watu, Kali Kuning, Gendol, Jambon, dan Jaranan. Dalam waktu dekat ini BPBD juga berencana memasang dua CCTV lagi di dua lokasi yang berbeda.

CCTV yang terpasang itu dipantau secara langsung dari posko BPBD dan Pusdalop Sleman. "Pantauan tersebut secara realtime, petugas juga bisa memberi pesan suara langsung dari posko, di CCTV ada semacam pengeras suara yang bisa berbunyi sirine dan suara petugas operator," jelasnya.

Di awal musim hujan tahun ini, berdasar pantauan BPBD kondisi sungai di Sleman masih tergolong normal. Namun demikian, BPBD telah memetakan daerah yang berpotensi banjir di antaranya di bantaran Kali Gajahwong, Winongo, Belik, Buntung, dan sungai-sungai yang berhulu di lereng Merapi.

"Tahun lalu ada eskalasi kenaikan, kita waspadai kerawanannya," ujarnya. Selain kewaspadaan terhadap peningkatan debit air sungai, pemantauan juga sebagai upaya penanganan sejak dini jika sewaktu-waktu ada material sisa erupsi Merapi tahun 2010 yang terbawa derasnya aliran sungai.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar