06 Desember 2017 | Reza - Redaksi | CCTV

Kebersihan Sungai Citarum Bakal Dipantau CCTV

Penampakan Sungai Citarum

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kerap menimbulkan masalah. Salah satu contohnya adalah kebiasaan buruk masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan ke dalam sungai, yang sering mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Indonesia. Segala upaya telah dilakukan beberapa pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran, namun higga saat ini kebiasaan buruk tersebut masih sering ditemui.

Karenanya, Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi berencana memasang sejumlah kamera pengawas atau CCTV di sepanjang sungai Citarum. Penggunaan CCTV ini guna mengawasi sungai Citarum dari aktivitas pembuangan limbah. Hal itu disampaikan langsung oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo saat melepas tim survei yang diturunkan di sungai yang memiliki panjang hingga 308 kilometer ini. "Akan menggunakan CCTV di sepanjang 308 kilometer Citarum. Nanti ada posko pemantau di Kodam yang bisa diakses oleh siapa saja," kata Doni di Makodam Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, baru-baru ini.

Doni menyebut pemasangan CCTV ini sebagai bentuk pengawasan. Jumlah CCTV yang akan dipasang menunggu hasil dari tim survey yang baru dilepas. Pemasangan CCTV ini, sambung Doni, juga dapat dijadikan bentuk sanksi sosial. Sebab menurutnya, para oknum pembuang limbah ke sungai Citarum perlu sanksi yang bukan hanya sanksi hukum. "Kalau selama ini diperingati enggak mempan, bisa lewat media baik media mainstream atau media sosial. Siapa tahu bisa mempengaruhi emosi orang," tuturnya.

Lebih jauh dia mengatakan penanganan masalah sungai Citarum ini diperlukan sentuhan dari hati. Sehingga nantinya saat program ini dicanangkan awal tahun 2018, tim yang dibagi akan mencoba mengubah pemikiran masyarakat yang ada di sekitar sungai Citarum. Doni pun optimistis penanganan masalah Citarum dapat selesai sesuai target.

"Kita lewat pendekatan hati. Kenapa demikian, karena masyarakat Jabar adalah masyarakat yang religius, yang tunduk sama ulama, taat sama sesepuh dan tokohnya. Kita ajak ulama dan budayawan. Pokoknya yang punya akses menyentuh masyarakat akan kita tempuh. Ini sebuah tantangan, tapi saya yakin dan optimis prajurit Siliwangi mampu," katanya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar