15 Desember 2017 | Reza - Redaksi | CCTV

Face Recognition Perkuat Pengamanan Asian Games 2018

Ilustrasi Fitur Pendeteksi Wajah

Puluhan ribu orang dari 45 negara akan datang ke Indonesia dalam rangka berpartisipasi di perhelatan olahraga Asian Games 2018. Harga diri negara dipertaruhkan, dalam rangka mensukseskan acara sekaligus menjamin keselamatan dan keamanan para peserta Asian Games 2018.

Perhelatan yang akan digelar pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018 ini akan dijaga ketat oleh personil gabungan Polri dan TNI. Tak cuma itu, keamanan juga diperkuat dengan fitur teknologi keamanan yang ekstra. Salah satu contoh, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan dilengkapi kamera pemantau (CCTV) di sejumlah titik. CCTV hasil kerja sama dengan Jepang yang bernilai jutaan Dolar Amerika ini, tak hanya berkemampuan bisa merekam namun juga mampu mendeteksi aktivitas penonton sekaligus merekam detail wajahnya.

Sistem ini juga tersambung langsung dengan data base dari Detasemen Khusus 88 (Densus 88). Sehingga jika ada teroris di daftar Densus 88 yang muncul, kamera akan mencocokkannya dan alarm akan berbunyi. "Jadi bisa kelihatan jika seseorang itu memiliki data-data yang tidak sesuai. Kami juga ada kamera CCTV di sejumlah titik. Semoga dengan keamanan itu event bisa berjalan dengan sebaik-baiknya," jelas Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto.

Diharapkan penambahan teknologi dalam sistem keamanan dan pengawasan ini setidaknya mampu menjamin keamanan dari 2.500 keluarga dari anggota Dewan Olimpiade Asia dan tamu VVIP, 20 ribu volunteer dan workforce, 5 ribu media, dan 5.500 technical oficial & judge. Termasuk juga para penonton, penikmat pagelaran Asian Games 2018.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar