22 Januari 2018 | Reza - Redaksi | CCTV

Rawan Pelecehan Seksual, Depok Tambah 100 CCTV

Ilustrasi

Peristiwa nahas yang di alami wanita berinisial AM (22) di Gang Datuk, Jalan Kuningan, Depok beberapa waktu lalu telah menggugah Pemerintah Kota Depok untuk segera mengambil keputusan dan kebijakan, agar tidak ada lagi wanita yang menjadi korban pelecehan seksual di jalan seperti yang dialami AM. Sejatinya, kejahatan seperti ini telah terdeteksi oleh pihak intelijen Polres Kota Depok sejak tahun 2015. Sayangnya, banyak dari para korban enggan melapor ke polisi lantaran malu dan tidak memiliki alat bukti.

Karenanya, Pemkot Depok berkomitmen akan memperketat pengawasan di tiap sudut-sudut jalan yang ada di kota yang berjuluk Kota Petir tersebut. Salah satu langkah yang diambil dan segera direalisasikan dalam waktu dekat ini adalah dengan menambah jumlah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi yang disinyalir rawan terjadi tindak pelecehan seksual. Selain CCTV, Pemkot Depok juga turut menambah lampu-lampu penerangan jalan."100 CCTV sudah kami programkan, Insya Allah, tahun ini kami pasang di sejumlah titik yang dianggap rawan, khususnya di kawasan Margonda," kata Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

Meski nantinya CCTV telah terpasang, Pemkot Depok mengharapkan masyarakat terutama kaum perempuan, untuk tetap waspada dan mawas diri. Jangan memaksakan diri berjalan di tempat sepi seorang diri, terutama di malam hari."Dalam segi pengawasan tentunya kami bersinergi dengan aparat terkait seperti Polres dan Kodim (TNI). Dan, kami juga mengimbau, agar masyarakat lebih proaktif jika menemukan atau melihat kasus kejahatan, segera lapor ke pihak berwajib. Nah, untuk para gadis, kalau bisa jangan jalan sendiri, apalagi pada malam hari dan di tempat sepi," tutupnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar