24 Januari 2018 | Denny - Redaksi | CCTV

Pembuang Sampah Ke Sungai di Malang Bakal Tertangkap CCTV

Ilustrasi

Maraknya pelanggaran membuang sampah sembarangan ke sungai membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan langkah antisipasi. Salah satunya adalah dengan memasang CCTV di beberapa titik. Sejak Desember tahun lalu, CCTV sudah dipasang di jembatan dan beberapa jalan utama di Malang. Hal itu dilakukan untuk memantau para pelanggar aturan yang gemar membuang sampahnya ke sungai dan di jalanan.

“Sementara ini sudah ada tiga jembatan yang terpasang CCTV,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Agoes Edy Poetranto, Senin (22/1/2018). Ketiga jembatan yang telah terpasang CCTV itu adalah jembatan Muharto, Ranugrati, dan Sulfat. Di beberapa sisi dipasang jembatan, dan akan merekam siapa saja yang membuang sampah melalui jembatan.

Selain pejalan kaki, menurutnya pelanggar yang membuang sampah ke sungai menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua atau empat akan sangat mudah diidentifikasi. Karena CCTV yang terpasang akan sangat mudah memotret nomor polisi atau plat dari kendaraan pelaku. “Dan itu akan kami koordinasikan dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Selain akan mendapat hukuman sebagaimana yang diatur dalam Perwal, Perda, dan undang-undang, pelanggar yang membuang sampah menggunakan kendaraan secara otomatis akan mendapat tilang dari pihak kepolisian. Artinya, hukuman berlapis siap menanti para pelanggar aturan.

Lebih lanjut dia menegaskan, jika CCTV tak hanya dipasang di jembatan sungai saja. Tapi juga terpasang di banyak jalan protokol. Seperti kawasan Balaikota Malang, Jalan Bingkil, hingga jalanan di depan Kantor DLH sendiri. “Pemasangan CCTV tersebut tentu juga untuk memantau pengguna jalan yang membuang sampah di jalanan,” jelas Agoes.

Saat ini, menurutnya ada 19 CCTV yang terpasang diberbagai area kota. Ke depan, CCTV masih akan terus diperbarui dan dipasang di banyak tempat lagi. Terutama tempat umum juga jembatan sungai yang selalu menjadi keluhan warga atas pembuangan sampah.

Saat ini, CCTV yang terpasang menurutnya memang belum sempurna. Lantaran memang koneksinya masih belum terlalu lancar, dan kini tetap diusahakan untuk terus disempurnakan. Sementara untuk jumlah CCTV yang terpasang akan terus ditambah, namun menyesuaikan dengan anggaran yang disetujui.

Pemasangan CCTV yang dilakukan di akhir 2017 menurutnya diperoleh melalui dana perubahan anggaran keuangan (PAK), sebesar Rp 177 juta. Sedangkan pengadaan CCTV di tahun ini, DLH mendapat sokongan anggaran sebesar Rp 77 juta.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar