05 Februari 2018 | Denny - Redaksi | CCTV

Sebentar Lagi, Jumlah CCTV di Surabaya Capai 1.800 Unit

CCTV di Surabaya

Dalam memantau lalu lintas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak mau tanggung. Sebentar lagi, setidaknya total 1.800 kamera CCTV akan dipasang untuk memantau arus lalu lintas maupun pelanggaran dari pengendara. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun mengancam pengendara agar jangan coba-coba apalagi sengaja nekat melanggar peraturan lalu lintas di Kota Surabaya.

"Biar, biar orang lain mau bilang apa tentang Surabaya. Aku dianggap gila ya biarlah. Semua jalan raya dan kampung pun akan kami Pasangi CCTV," tegas wanita yang akrab disapa Risma, ketika dimintai keterangan baru-baru ini.

Dengan pemasangan CCTV, Risma memimpikan kota yang dipimpinnya menjadi kota yang tertib. "Biar nanti CCTV yang mengawasi setiap perilaku dan ulah warga saya. Disiplin harus menjadi budaya. Tugas saya Bagaimana menumbuhkan budaya disiplin dengan ditakuti dulu," kata Risma terkekeh.

Memang, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini masih ingat saat dirinya dianggap gila saat pertama kali meluncurkan proyek CCTV box culvert. CCTV ini konteksnya hampir mirip dengan awal pelaksanaan kotak cor itu.

Hingga saat ini Pemkot Surabaya terus mengembangkan penerapan e-tilang melalui tayanganCCTV. Setiap bulan pun tercatat banyak pelanggar. Mereka tetap akan terekam di data petugas dan kepolisian. Saat membayar pajak akan ketahuan kalau mereka kena tilang CCTV.

Sementara Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya Roben Rico menuturkan bahwa saat ini hampir semua jalan raya persimpangan sudah terpasang CCTV. Sekarang, sudah ada 940 CCTV yang terpasang di ruas jalan raya. "Kami menergetkan Surabaya harus terpasang 1.800 CCTV. Saat ini sudah 940 atau hampir seribu CCTV dipasang di Surabaya," ujar Roben.

Selain Dishub, CCTV itu juga dikelola Kominfo, Dinas PU dan juga polisi. Selain jalan raya, taman-taman di Surabaya juga dipasangi CCTV. Begitu juga objek-objek vital termasuk rumah pompa.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar