03 Maret 2018 | Reza - Redaksi | CCTV

Marak Kekerasan Anak, 50 Sekolah di Surabaya Diawasi CCTV

Isu kekerasan seksual terhadap anak kembali santer. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, 52 orang anak menjadi korban kekerasan seksual di Jawa Timur, berikut dengan 21 orang pelaku. Hasil investigasi KPAI mengungkapkan bahwa pelaku kekerasan adalah oknum guru.

Maraknya kekerasan anak dan kejahatan seks terhadap anak di bawah umur disoroti serius oleh Pemerintah Kota Surabaya. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Pemkot mulai menambah kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di area sekolah

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub, Robben Rico mengatakan pihaknya telah mendapat intruksi langsung dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini."Fokusnya di sekolah yang cukup ramai. Ada 50 lokasi sekolah yang kami pasang CCTV, targetnya SD dan SMP. Contohnya di SMPN 19 Surabaya dan SD Budi Pekerti," ujar Robben.

Ditegaskannya, pengawasan dikelola langsung oleh Pemkot. Dan tak menutup kemungkinan sistem pengawasan ini terintegrasikan dengan pihak Kepolisian. "Monitoringnya langsung dari kami. Jika pihak kepolisian menginginkan kami akan beri akses biar dapat monitoring juga."  

Robben mengungkapkan, Dishub saat ini telah memasang CCTV di 20 sekolah. Dan akan segera menyelesaikan pemasangan di 30 sekolah lainnya. "Dicicil penyambungan jaringannya juga butuh waktu. Kami target semua terpasang akhir Maret."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar