16 Maret 2018 | Reza - Redaksi | CCTV

Polisi Berharap Pemprov DKI Jakarta Perbanyak CCTV

Kamera pengawas (CCTV) memang sudah terpasang di sejumlah ruas jalan di Ibu Kota Jakarta. Namun demikian nyatanya  belum memadai, karena kebanyakan dari perangkat tersebut berada di jalan-jalan protocol. Kondisi ini pun kerap menjadi salah satu faktor penghambat pihak kepolisian mengungkap pelaku kejahatan.

Demikian yang diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes (Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto. Dia menambahkan sebenarnya untuk memecahkan masalah tersebut, sebelumnya pihak kepolisian sudah pernah melayangkan permohonan bantuan pengadaan kamera CCTV ke pihak Pemprov DKI Jakarta. "Mungkin salah satu masukan (pengadaan CCTV). Kapolri sudah minta ke Pemprov (DKI Jakarta), masih upaya (pengadaan CCTV) lain," ujar Mardiaz.

Dia menuturkan, Jakarta sebagai Ibu Kota negara yang memiliki tingkat mobilitas dan ekonomis yang tinggi menjadikannya sebagai salah satu wilayah yang rawan terjadi tindak kejahatan. Sebut saja kasus perampokan pianis di Kemang, Jakarta Selatan, yang hingga ini keenam pelaku masih dalam daftar pencarian orang.Kemudian peristiwa pengeroyokan anggota Brimob dan perusakan motor oleh geng motor yang lokasinya juga berada di ruas jalan di Kemang. Ada juga kasus besar seperti penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senior Novel Baswedan.

Lebih jauh Mardiaz mengatakan, bahwa selama ini dalam mengungkapkan beberapa kasus, polisi kerap mengandalkan kamera CCTV yang terpasang di rumah-rumah warga yang tidak semuanya dapat merekam kejadian suatu kasus kejahatan. "Warga biasanya memasang CCTV kan untuk melindungi propertinya sendiri. Jadi biasanya cuma sampai di depan pintu utama saja. Padahal ada TKP kejahatan di jalanan.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar