10 April 2018 | Denny - Redaksi | CCTV

Pemkot Surabaya Tambah 15 CCTV Saat E-Tilang Disetop Sementara

Sistem lalulintas pintar Surabaya

Program E-Tilang di Surabaya dihentikan sementara oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk evaluasi. Namun demikian, pihak Dishub tetap mengadakan 15 CCTV baru yang bisa digunakan untuk menangkap gambar para pelanggar lalu lintas. Penambahan 15 CCTV tersebut akan dilakukan pada tahun ini.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, Joko Supriyanto, mengatakan pihaknya tetap terus menciptakan budaya berperilaku tertib di jalan. "Caranya ya dengan memasang CCTV ini. Sebanyak 15 CCTV kami pasang tahun ini. Jenisnya sama dengan yang sedang beroperasi," ujar Joko, Senin (9/4/2018).

Kamera pemantau tersebut menurut Joko bisa langsung mengidentifikasi nomor polisi kendaraaan si pelanggar. Namun saat ini belum bisa membedakan jenis kendaraannya, apakah itu motor atau mobil.

Saat ini, proses evaluasi program E-Tilang terus dilakukan Dishub Kota Surabaya. Pasalnya penilangan dengan hasil kiriman gambar dari CCTV belum bisa dilakukan, padahal gambar tersebut bisa dijadikan alat bukti. "Saat ini memang belum kepada konteks tilang. Tapi mengajak masyarakat agar tertib berlalu lintas," ungkap Joko.

Ke-15 belas CCTV untuk tujuan E Tilang ini akan dipasang di titik-titik yang potensial tingkat pelanggaran dan tinggi. Kemudian tingkat kepadatan lalu lintas juga tinggi. Kedua titik akan dipasangi CCTV dari dua arah sekaligus.

Joko belum menyebut rinci titik-titik baru yang akan dipasangi CCTV sistem E-Tilang. Namun, di antara titik yang akan dipasangi CCTV seharga paling murah Rp 150 juta per unit ini adalah Perempatan Jemursari dan Paniang Jiwo. "Tidak hanya dua titik itu. Banyak titik lagi yang tahun ini akan kami Pasangi semua CCTV untuk E Tilang. Jadi ada atau tidak ada E Tilang kota ini akan terpasangi CCTV," kata Joko.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar