03 Juli 2018 | Andri - Redaksi | CCTV

Mobile Surveillance sebagai Gaya Hidup

Ilustrasi

Perkembangan dunia perangkat sistem keamanan tidak pernah berhenti. Teknologi memang seyogianya bisa memberikan ketenangan pikiran dan membuat hidup lebih mudah. Dan itu bukan sekadar impian ketika pengawasan keamanan sekarang dapat dilakukan dari belahan bumi mana pun, secara real-time, dari ujung jari Anda.

Di dunia yang semakin sibuk, mobilitas sudah menjadi suatu gaya hidup yang tidak bisa dihindari. Awalnya kita sudah merasa cukup dengan memasang CCTV di rumah atau kantor saja, dan kita akan memantau CCTV saat sudah sampai di rumah atau kantor. Atau kita bisa melihat rekaman dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Tetapi belakangan ini sepertinya sudah menjadi tren untuk dapat memantau CCTV di mana pun kita berada melalui smart phone, baik yang menggunakan  Android ataupun iOS. Untuk dapat memantau CCTV melalui smart phone, berikut hal-hal yang dibutuhkan di lokasi perangkat CCTV dipasang:
1. Kamera CCTV dan DVR/NVR
2. Modem/router
3. Koneksi Internet
4. IP Statis atau DDNS Service (apabila tidak ada IP Statis)

Dari sisi smart phone, hal-hal yang diperlukan adalah:
1. Smart phone
2. Koneksi Internet
3. Aplikasi pada perangkat mobile

Cara setup di lokasi yang terpasang CCTV

1. Kamera CCTV dan DVR/NVR

Walaupun bisa diatur dari router untuk langsung terhubung ke kamera CCTV, namun biasanya yang terhubung dengan router adalah melalui Digital Video Recorder (DVR) atau Network Video Recorder (NVR). Perbedaan antara DVR dengan NVR secara umum adalah DVR merupakan alat perekam untuk sistem analog sedangkan NVR merupakan alat perekam untuk sistem IP. Apabila router diatur untuk terhubung langsung dengan DVR/NVR maka seluruh kamera CCTV yang terhubung dengan DVR/NVR tersebut dapat kita lihat. Ada beberapa konsumen yang salah beranggapan bahwa yang bisa terhubung ke Internet adalah CCTV yang berbasis IP. Sebenarnya baik sistem analog ataupun IP umumnya bisa terhubung dengan Internet sepanjang DVR/NVR tersebut memiliki network port.

2. Modem/Router

Beberapa penyedia Internet saat ini menggunakan perangkat modem dan router yang sudah digabungkan menjadi satu perangkat. Router di sini berfungsi untuk melakukan Port Forwarding/Gateway. Modem/router yang terhubung dengan Internet akan memiliki alamat IP Publik (bisa Statis ataupun Dinamis).
Contoh IP Publik : 36.88.63.157 dengan port: 8080, artinya:
a. Apabila ada yang memanggil IP Publik tersebut maka akan masuk ke modem/router dengan IP Publik tersebut (http://35.88.63.157).
b. Dengan mendaftarkan DVR/NVR dengan suatu alamat port tertentu, maka apabila ada yang memanggil IP Publik disertai dengan alamat port-nya, akan diarahkan ke DVR/NVR dengan port yang dimaksud (htpp://35.88.63.157:8080).

3. Koneksi Internet

Koneksi Internet di lokasi yang terpasang CCTV penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan kecepatan upload.
Sebagian besar penyedia Internet hanya mencantumkan kecepatan download saja dan jarang mencantumkan kecepatan upload. Untuk dapat menampilkan gambar dengan baik dibutuhkan kecepatan upload yang cukup tinggi dari lokasi yang terpasang CCTV. Semakin tinggi kecepatannya, semakin baik gambar yang dapat dikirimkan.

4. IP Static atau DDNS Service

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk dapat terhubung dengan DVR/NVR diperlukan alamat IP Publik dan alamat port yang digunakan. Sebagian besar penyedia Internet saat ini tidak memberikan IP Publik Statis untuk pelanggan umum. Apabila di lokasi tempat terpasang CCTV sudah memiliki IP Publik Statis maka akan sangat mempermudah pengawasan. Tapi apabila belum memiliki IP Publik Statis maka kita dapat menggunakan jasa Dynamic Domain Name System (DDNS) yaitu suatu sistem yang dapat memperbarui IP Publik yang digunakan pada suatu DNS secara otomatis. Jadi router akan otomatis berubah apabila terjadi perubahan pada IP Publik yang terhubung ke router yang disebabkan penggunaan IP Publik Dinamis (Non Statis). Kita hanya perlu menuliskan satu alamat dari penyedia jasa DDNS tanpa perlu menghiraukan perubahan yang terjadi pada IP Publik di router.

Beberapa jasa Dynamic DNS (DDNS) yang populer, seperti:
• DynDNS
• No-IP
• Dynu
• DNSDynamic
• DuckDNS, dan lain-lain
Jasa-jasa di atas ada yang gratis dan ada yang berbayar. Di samping jasa dari pihak ketiga, beberapa pabrikan CCTV ada yang
memiliki layanan DDNS khusus untuk produk-produk CCTV mereka sendiri.

Yang harus diperhatikan dari smart phone meliputi:

1. Smart phone
Saat ini hampir semua orang sudah menggunakan smart phone untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari. Umumnya aplikasi yang memungkinkan pemantauan CCTV sudah dapat dipasang di hampir semua smart phone. Sebagian besar aplikasi pemantauan CCTV menggunakan operating system berbasis Android. Aplikasi yang berbasis iOS pun saat ini sudah banyak tersedia.

2. Koneksi Internet
Saat ini semua penyedia jasa telekomunikasi sudah menyediakan koneksi 4G yang tentunya sudah mencukupi untuk melihat gambar
CCTV melalui smart phone. Tetapi untuk dapat melihat gambar dengan resolusi tinggi, koneksi Internet melalui smart phone
yang ada saat ini seringkali masih mengalami kesulitan.

3. Aplikasi pada perangkat mobile
Untuk dapat mengakses CCTV dari smart phone dibutuhkan aplikasi khusus untuk CCTV. Aplikasi ini ada yang dibuat oleh pabrikan CCTV tertentu dan ada yang dibuat oleh pihak ketiga secara berbayar ataupun gratis. Aplikasi dari pihak pabrikan biasanya hanya dapat bekerja dengan produk-produk dari pabrikan tersebut saja. Sedangkan aplikasi dari pihak ketiga biasanya dapat bekerja dengan beberapa merek CCTV yang ada di pasaran.

Beberapa aplikasi yang ada untuk memonitor CCTV adalah:
• Eagleeyes
• Mobileeye
• Vmeye
• CCTV Viewer
• iDVR-PRO, dan lain-lain



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar