Share

Kondisi perjalanan kereta rel listrik (KRL) yang kerap memicu kejadian pelecehan seksual, membuat Komunitas KRL Mania terus mendesak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk memasang CCTV. Dengan adanya CCTV, segala aktivitas di gerbong KRL bisa terpantau dan terekam dengan baik.

Masukan tersebut diutarakan oleh Koordiantor Komunitas KRL Mania, Nurcahyo. Menurutnya, selain untuk mengawasi tindak kejahatan seperti pencopetan, rekaman kamera CCTV juga bisa dijadikan sebagai bukti terjadinya tindak pelecehan seksual di dalam gerbong KRL.

"Kami juga sudah bilang ke PT KCI supaya di dalam KRL ada CCTV. Jadi kalau ada hal begitu (pelecehan) bisa di-follow-up karena ada barang bukti," kata Nurcahyo. CCTV tersebut, menurutnya bisa dijadikan alat bukti karena selama ini yang terjadi antar korban dan pelaku seringkali saling tuduh.

Dengan tidak ada bukti visual, Nurcahyo mengatakan bahwa jika korban ingin melapor ke polisi maka akan sulit, terlebih di saat peristiwa tidak ada orang yang bersedia menjadi saksi dan pelaku tetap terus mengelak.

Pemasangan kamera CCTV tersebut dijelaskan Nurcahyo bukan hanya untuk kenyamanan para penumpang perempuan, namun juga bagi penumpang laki-laki. "Kalau ada kasus pelecehan yang rugi bukan korban yang rata-rata perempuan, tapi cowok-cowok juga khawatir tertuduh sebagai pelaku, padahal bukan," ungkapnya.

Hingga saat ini, permintaan pihaknya kepada PT KCI sudah mendapat sambutan, namun mereka belum mau memasang CCTV karena masih dianggap kurang efektif dalam mengawasi tindak kriminal. "'Mereka merespons, tapi katanya belum bisa dipasang. Katanya CCTV kurang efektif, enggak jelas katanya. Padahal itu bisa jadi minimal barang bukti," pungkasnya.

Related Articles

CCTV Card image cap
  denny  3 February 2017
 3 February 2017
CCTV Card image cap
  andri  21 September 2018
 21 September 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.