Share

Arlo telah menjadi merek sistem keamanan untuk residensial dari Netgear dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun Arlo berkembang menjadi sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan saking kuatnya pertumbuhan Arlo, Netgear memutuskan untuk memisah Arlo menjadi perusahaan mandiri pada Februari 2018 lalu.

Dan sekarang hal tersebut benar-benar terjadi. Arlo sekarang adalah perusahaan yang baru saja mendaftarkan diri ke New York Stock Exchange dengan simbol "ARLO". Perusahaan rumah pintar yang berbasis di San Jose, California itu mengumumkan akan menjual sekitar 10,2 juta lembar saham seharga USD 16 per sahamnya dalam penawaran umum perdana (IPO) Arlo. Mereka juga memiliki kisaran harga dengan target antara USD 18 hingga USD 20 per saham.

Namun Netgear merupakan masih mempertahankan kepemilikan saham mayoritas di Arlo. Bahkan, mereka sedang merancang cadangan dana untuk memastikan Arlo dapat berkompetisi dengan produsen perangkat rumah pintar lain yang sudah lebih dahulu mapan.

Kompetitor terbesar Arlo berasal dari perusahaan lain seperti Nest dan Logitech yang sama-sama merilis produk kamera pengawas pintar. Namun yang menjadi catatan penting, Arlo mampu berbicara banyak di segmen kamera pintar. Pada kuartal keempat 2017 saja, Arlo mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 66,9& dengan nilai USD128,5 juta.

Jika nantinya IPO Arlo mendulang kesuksesan, hal ini menunjukkan bahwa para investor mengincar saham yang menguntungkan dari pertumbuhan pasar kamera pintar. Suksesnya IPO juga berarti Arlo akan mendapat dana lebih banyak untuk memproduksi banyak produk baru. Bukan tak mungkin nantinya Arlo memiliki produk yang mampu bersaing di pasaran.

#Businness  #Article

Related Articles

News Card image cap
  denny  12 July 2019
 12 July 2019
Intrusion System Card image cap
  andri  29 October 2018
 29 October 2018
News Card image cap
  andri  7 December 2019
 7 December 2019
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.