18 Oktober 2018 | Andri - Redaksi | CCTV

Rawan Menerima Serangan, Petugas Ambulans di Inggris Dilengkapi Kamera Tubuh

Kerap kali menerima tindakan kekerasan dan pelecahan, akhirnya petugas ambulans di North East England mulai dilengkapi kamera tubuh. Tercatat, berdasarkan keterangan Kepala North East Ambulance Service (NEAS) telah terjadi peningkatan 23% atas tindak kekerasan yang dihadapi petugasnya selama 12 bulan terakhir.

Head of Risk NEAS, Alan Gallagher, menyebutkan penggunaan kamera tubuh pada karyawan sangat diperlukan untuk membantu memastikan keselamatan karyawannya di tengah meningkatnya laporan kekerasan. “Staf kami melaporkan banyak kejadian seperti ini dan kami bekerja sama dengan polisi dan mitra lainnya untuk merespon para pelaku dengan surat peringatan dan jika perlu dilakukan penangkapan," ujar Alan.

Dari laporan yang ada, Alan juga mengetahui sebagian besar insiden terjadi di area yang tidak ada pengawasan CCTV. Dengan kamera video yang dikenakan di tubuh, menurutnya stafnya akan mempunyai bukti pelecehan atau serangan yang diterimanya. "Langkah ini dirancang untuk membantu kami untuk melakukan penuntutan terhadap orang-orang yang melakukan pelecehan ataupun kekerasan lainnya saat staf kami bertugas."

Sebagai langkah awal, akan dilakukan ujicoba terlebih dahulu pada sekitar 40 staf fontliner, termasuk paramedis. Pengujian ini akan dilakukan selama 3 bulan dan selanjutnya akan diputuskan tentang pengaturan penggunaan kamera tubuh ini.

"Kami berharap bahwa dengan adanya kamera tubuh dapat memberikan bukti yang kredibel ke pengadilan agar bisa lebih keras menjatuhkan hukuman kepada pelaku pelecehan dan penyerangan yang terbukti mengancam staf kami," tandas Alan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar