09 September 2019 | Andri - Redaksi | CCTV

Bosch Perkenalkan Kamera AI untuk Mobil Otonom

Mobil otonom tengah dikembangkan oleh berbagai produsen mobil saat ini, di mana tujuan akhir dari kendaraan yang dirancangnya ini adalah ingin agar mobil mampu mengambil kendali penuh sehingga tidak memerlukan peran manusia dalam mengemudi.

Pengembangan mobil otonom inipun juga menarik perhatian salah satu perusahaan teknologi asal Jerman, Bosch. Belum lama ini, anggota Dewan Manajemen Bosch, Harald Kroeger, menyatakan perusahaannya ingin membuat mobil yang mampu mengemudikan kendaraan lebih baik daripada orang. Menurutnya, dengan cara ini akan meningkatkan keselamatan di jalan. "Dengan kata lain, teknologi harus bekerja lebih andal daripada manusia," ujar Harald.

Ini merupakan tantangan besar, terutama dalam penginderaan lingkungan. Untuk itu Bosch akan memperkenalkan berbagai teknologi untuk penginderaan sekeliling, seperti ultrasound, radar dan video. Ketika berbicara struktur dan fungsi, kamera adalah solusi yang bisa menggantikan mata manusia, karena itu perannya sangat penting untuk mobil otonom dan kamera telah menunjukkan peran pentingnya dalam driver assistance. Bosch sendiri telah menunjukkan keandalan teknologi kamera otomotif ke tingkat baru. Teknologi Bosch baru ini akan memulai debutnya di kendaraan di tahun ini. Kombinasi pendekatan multi-jalur yang unik dan kecerdasan buatan (AI) untuk pengenalan objek akan membuat penginderaan lingkungan jauh lebih andal dan lalu lintas jalan lebih aman.

Mobil dengan driver assistance, sistem pengereman darurat otomatis, dan kemampuan mengemudi otomatis harus dapat melihat semua objek di sekitarnya. Selain itu, mereka harus dapat mendeteksi dalam sekejap objek relevan yang akan mempengaruhi cara mengemudi kendaraan dan bereaksi cepat untuk melakukan navigasi, seperti berbelok, banting stir atau melaju lurus. "Tidak seperti mata manusia, kamera video mono Bosch MPC3 baru telah dioptimalkan untuk menangani keputusan seperti itu," papar Harald.

Bosch MPC3 tidak hanya mampu melihat seperti apa yang dilihat mata manusia, tetapi juga mampu mengenali dan memahami objek yang dilihatnya sehingga dapat melakukan manuver lebih baik dari pengemudi manusia. Kamera Bosch baru lebih unggul dari mata manusia, setidaknya kamera tidak pernah lelah, dan bekerja dengan baik setelah berjam-jam mengemudi seperti pada kilometer pertama.

Kekuatan besar teknologi baru terletak pada pengenalan objeknya yang kuat, dimungkinkan oleh pendekatan multi-jalur Bosch. Ini juga memanfaatkan kecerdasan buatan. Sebagai contoh, para insinyur Bosch telah mengajarkan kamera untuk mendeteksi dengan andal jika tepi jalan bisa dilewati, bahkan tanpa adanya marka jalan. Kecerdasan kamera ini didasarkan pada pengetahuan Bosch dan terintegrasi ke dalam sebuah chip, yang dikenal sebagai V3H, dibuat oleh perusahaan Jepang Renesas. Itu juga dapat meningkatkan sistem  driver assistance lama dan memperluas jangkauan aplikasi mereka.

Misalnya, itu dapat meningkatkan sistem pengereman darurat otomatis untuk mencegah kendaraan dari menabrak berbagai jenis hewan. Ini juga dapat membuat pengereman darurat lebih dapat diandalkan karena kamera dapat mengenali pejalan kaki bahkan ketika sebagian pejalan tidak terlihat. Inovasi Bosch juga meningkatkan pengenalan tanda jalan. Kamera Bosch baru memiliki fitur pengenalan karakter optik yang dapat diandalkan membaca teks dan angka pada rambu-rambu jalan, dan menyajikan informasi ini kepada pengemudi di layar dasbor.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar