22 Maret 2016 | Denny - Redaksi | Fire Alarm

Mahasiswa Lampung Rancang Detektor Api dari Webcam

Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam dunia teknologi tak perlu diragukan lagi. Baru-baru ini, seorang mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Bandar Lampung bernama Chandra Irawan, berhasil membuat sistem webcam untuk mendeteksi api.

Alat tersebut dirancang sebagai tugas akhir skripsinya di jurusan Teknik Informatika IBI Darmajaya. Chandra menjelaskan, akat pendeteksi awal kebakaran di ruangan ini berfungsi dengan metode segmentasi dari warna api.

Flame detector yang dibuat Chandra sangat sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang ditimbulkan nyala api. Namun alat ini dijamin penciptanya tak akan bereaksi pada lampu, inframerah atau sumber cahaya lain yang tidak ada hubungannya dengan nyala api.

“Sistem ini dapat mendeteksi adanya api berdasarkan segmentasi warna yang terkandung dalam citra (gambar) khususnya warna api kuning kemerahan. Sistem alarm ini dapat mendeteksi api dengan baik pada kondisi intensitas pencahayaan yang cukup terang maupun redup, tetapi api dengan nyala biru belum dapat terdeteksi,” ujarnya.

Chandra juga mengatakan, detektor api rancangannya menutupi produk sejenis yang sudah beredar terlebih dahulu di pasaran. Menurutnya, detektor api lain bekerja jika ada perubahan suhu atau intensitas asap di ruangan. Sedangkan detektor api buatannya langsung mendeteksi warna api yang terekam pada webcam. Secara teknis, metode yang sama bisa juga diterapkan pada kamera CCTV dengan penambahan alarm agar kebakaran bisa dideteksi dari dini.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar