07 November 2016 | Reza - Redaksi | Fire Alarm

Cegah Karhutla, APP Sinar Mas Foresty Andalkan Teknologi GIS

Foto : Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Foresty mengimplementasikan teknologi GIS (Geographic Information System) dari Esri Indonesia sebagai bentuk upaya mendeteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pemantauan titik panas (hotspot) di sekitar daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

CEO Esri Indonesia, A Istamar, mengatakan, titik panas sejatinya dapat dianalisis secara real time dengan memanfaatkan teknologi GIS. Lewat teknologi ini, data titik panas yang diperoleh dari sumber seperti NASA (National Aeronautics and Space Administration) bisa disaring sehingga hanya menunjukkan secara spesifik lokasi titik panas yang ada di wilayah Indonesia saja.

Lebih jauh dijelaskan, sistem bekerja dengan mengintegrasikan data secara real time dari basis data Living Atlas milik Esri dengan peta area konsesi yang dimiliki perusahaan. Dengan demikian, APP Sinar Mas dapat lebih efektif mengidentifikasi lokasi titik panas kebakaran hutan dalam waktu 24 jam, serta mengevaluasi tindakan yang diperlukan tim pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran tersebut.

"Sistem baru ini mendukung pusat data baru milik APP Sinar Mas, yaitu Situation Room Center APP Sinar Mas. Pusat data ini bertujuan untuk menyimpan informasi geospasial mengenai pengelolaan bencana dan wilayah untuk deteksi dini titik api dalam penanggulangan karhutla, dan merupakan yang pertama di Indonesia yang dimiliki oleh sektor swasta," ujarnya.

Dia meyakini keberadaan teknologi ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi APP Sinar Mas Forestry dalam memetakan dan menganalisis data usaha mereka dengan informasi lingkungan sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang mendalam mengenai risiko kebakaran hutan, yang tidak mereka dapatkan dari perangkat atau sistem lain. "Teknologi ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam usaha mengurangi karhutla, dan memberikan manfaat tidak hanya kepada Sinar Mas, tapi juga bagi Indonesia pada umumnya," jelasnya

Konsultan GIS Sinar Mas Forestry, Asep Karsidi, menambahkan, teknologi yang digunakan sejak Februari 2016 ini juga menggunakan data kelembapan tanah dari Stasiun Cuaca Otomatis sebagai indikator, di mana sistem berbasis GIS secara visual akan menampilkan data dalam bentuk platform pemetaan dinamis yang memungkinkan tim APP Sinar Mas segera mengidentifikasi area yang berpotensi menyebabkan kebakaran, bahkan dilahan gambut sekalipun.

"Jika sebelumnya data yang relevan dengan karhutla dan permukaan daratan harus dikumpulkan dari beragam sumber, yang mengakibatkan penundaan dan semakin panjangnya lead time, kini, sistem yang digunakan dapat mengintegrasikan data dari wilayah konsesi pemasok APP Sinar Mas, BMKG, BNPB, dan otoritas lokal yang relevan. Itu artinya perusahaan dapat lebih mudah dan efektif dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dimiliki,” terang Asep.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar