10 Maret 2017 | Reza - Redaksi | Fire Alarm
Tips Dan Trik

Pemilihan Detektor Kebakaran untuk Rumah

Detektor kebakaran didesain untuk merespons dini satu atau lebih dari empat karakter utama kebakaran, yaitu panas, asap, api, atau gas. Tidak ada satu tipe detektor pun yang cocok untuk semua jenis tempat atau kebakaran. Karena itulah ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan detektor dan tempat pemasangannya.

Detektor harus dipilih untuk respons terbaiknya terhadap kebakaran, begitu juga untuk meminimalkan aktivasi alarm palsu. Selain itu detektor juga harus diletakkan di tempat yang dapat mendeteksi kebakaran dari tahap awal, serta ditempatkan di langit-langit rumah dengan jarak interval yang sama.

Sebelum memutuskan lokasi pemasangan detektor, ada baiknya Anda mengetahui sedikit mengenai macam-macam detektor dan fungsinya. Detektor panas adalah perangkat alarm kebakaran yang terpicu ketika terjadi kenaikan suhu udara. Sementara detektor asap adalah perangkat yang mendeteksi asap sebagai indikasi adanya api. Selain detektor panas dan asap, masih ada detektor api, yaitu sensor yang didesain untuk mendeteksi dan merespons keberadaan api. Dan yang terakhir adalah detektor gas, yaitu perangkat yang mendeteksi keberadaan gas atau emisi lain di sebuah area.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berbicara tentang pemasangan detektor. Detektor asap, misalnya. Karena asap di satu area mungkin tidak sampai ke detektor asap yang lain, disarankan untuk memasang setidaknya satu alarm asap di setiap lantai rumah (termasuk basemen) dan di setiap kamar tidur. Detektor gas juga disarankan untuk dipasang di setiap lantai rumah, idealnya di setiap lantai yang memiliki perangkat fuel-burning dan di luar kamar tidur. Pengombinasian antara detektor asap dan gas juga sangat disarankan untuk perlindungan maksimal dan menyeluruh.

Di beberapa area rumah, pemasangan detektor panas yang mendeteksi kebakaran dari temperatur udara lebih baik dibanding alarm asap yang mendeteksi partikel di udara. Pemasangan detektor panas terutama disarankan di loteng, ruang perapian, atau garasi karena detektor asap sering tidak bekerja maksimal di ruangan-ruangan tersebut. Detektor panas tidak akan bereaksi terhadap asap dan jangan digunakan untuk mengganti alarm asap, tapi sebagai pelengkap sistem alarm asap.

 

 

 

Sumber : Majalah Indo Security System Vol.4 Edisi Februari-Maret 2017, Hal 44-45.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar