09 Agustus 2017 | Okta Rusdianawanti - Markom Gunnebo | Fire Alarm

Pengamanan dari Kebakaran Bagi Gedung Bertingkat

Gedung bertingkat harus memiliki perangkat proteksi kebakaran yang sesuai

Pengamanan dari Kebakaran Bagi Gedung Bertingkat

 

Sistem keamanan pencegah kebakaran, khususnya pada gedung bertingkat terdiri dari sejumlah tahapan yang memerlukan partisipasi berbagai pihak terkait untuk memberikan proteksi maksimal. Gedung bertingkat memiliki kerumitan tersendiri sehingga membutuhkan sistem penanganan kebakaran internal dan eksternal terpadu. Penerapan jalur evakuasi harus dirancang sejak awal perencanaan gedung dengan perhitungan seksama.

 

Di Indonesia, kategori gedung bertingkat menurut PerMen PU NO 26-PRT-M-2008 adalah bangunan yang berada lebih dari 15 meter di atas tanah atau gedung berlantai empat atau lebih.

Pengadaan Peralatan dan Sistem Proteksi

Setiap gedung bertingkat idealnya memiliki perangkat proteksi kebakaran baik di dalam maupun di luar gedung, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan instalasi fire system yang sesuai dengan kebutuhan gedung.

Pemeliharaan Rutin

Selain pengadaan sejumlah sistem proteksi yang lengkap, pemeliharaan dan pengawasan rutin juga menjadi aspek penting. Untuk menjaga kualitas APAR, diperlukan pengecekan minimal dua kali dalam setahun, sedangkan untuk sistem pencegahan kebakaran lainnya setiap 3 bulan sekali atau empat kali dalam setahun.    

Kewaspadaan Penghuni Gedung

Tidak hanya kesiapan alat proteksi yang perlu diperhatikan, namun juga keterlibatan penghuni gedung. Penghuni gedung harus selalu waspada akan letak emergency exit dan cara menggunakan APAR yang benar untuk pencegahan dini. Manajemen gedung juga harus memiliki rencana simulasi kebakaran rutin dan memastikan jalur evakuasi gedung bersih dari halangan apapun sehingga dapat berfungsi dengan baik jika diperlukan. Pengawasan kelengkapan dan efektivitas sistem proteksi kebakaran gedung bertingkat dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Jika semua elemen saling berkesinambungan, maka resiko kebakaran juga dapat ditekan seminim mungkin.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar