17 Oktober 2017 | Reza - Redaksi | Fire Alarm

Alarm Kebakaran di Gedung-Gedung UEA Segera Terintegrasi

Visi Uni Emirat Arab (UEA) adalah menjadi salah satu negara teraman di dunia pada tahun 2021. Untuk mewujudkan itu, UEA berencana membangun Alarm Recieving Center (ARC), perusahaan kenamaan Injazat Data Systems pun digandeng untuk merealisasikan Pusat Penerimaan Alarm Kebakaran terintegrasi tersebut.

Kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri UEA yang diwakili Markas Pertahanan Sipil bersama Injazat Data Systems adalah membangun dan meluncurkan Hassantuk sebuah sistem pemantauan, peringatan dan kontrol cerdas yang mampu menghubungkan semua bangunan perumahan, komersial dan vila di UEA. Sistem otomatis dan terintegrasi terbesar ini dicpitakan untuk mempercepat respon darurat dan perbaikan sistem bangunan demi memastikan keamanan publik.

Nantinya sistem ini akan menghubungkan bangunan dan fasilitas di seluruh negeri ke ARC, yang memungkinkan warga UEA untuk meminta pengiriman tim tanggap darurat dari Pertahanan Sipil UEA saat kebakaran dan insiden lain yang mengancam jiwa. "Hassantuk akan menghubungkan lebih dari 150.000 bangunan dan fasilitas yang ada sepanjang waktu untuk memastikan tingkat pemeliharaan dan keamanan bangunan tertinggi dan melindungi kehidupan dan properti. Proyek ini akan mencakup semua vila di masa depan, "jelas Komandan Pertahanan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Mayor Jenderal Jasim Al Marzouqi.

Dia menambahkan, proyek ini akan sangat berguna bagi pemilik bangunan untuk mengamankan sekaligus mengurangi biaya asuransi kebakaran. Karenanya, pemasangan detektor asap di setiap bangunan yang ada akan diwajibkan pada tahun 2018. "Kami akan meminta semua pemilik vila memasang detektor asap di rumah mereka dan kebutuhan mereka untuk dihubungkan ke panel yang bisa memberi peringatan kepada petugas pemadam kebakaran. Semua rumah di UAE harus memiliki detektor asap pada tahun 2018."

Salah satu fitur unik dari sistem ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi jenis darurat dan lokasi sebenarnya terjadi suatu insiden yang mengancam jiwa. CEO Injazat Data Systems, Khaled Al Melhi mengklaim bahwa sistem ini akan membantu mengurangi waktu tanggap darurat yang biasanya mencapai rata-rata sekitar 13 menit. "Pertahanan Sipil akan sepenuhnya menyadari adanya kebakaran atau keselamatan dalam keadaan darurat dalam waktu kurang dari 120 detik yang memungkinkan bantuan yang tepat segera dikirim."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar