31 Oktober 2017 | Denny - Redaksi | Fire Alarm

Dua Siswi SD di Gresik Ciptakan Alat Pendeteksi Kebakaran

Perangkat pendeteksi kebakaran karya siswi SD Muhammadiyah Manyar, Gresik

Sebuah perangkat pendeteksi kebakaran berhasil diciptakan oleh dua siswi SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur. Alat yang berfungsi untuk mendeteksi masakan gosong yang berakibat pada kebakaran ini diberi nama 'Detektif Agos' dan mampu mengeluarkan suara.

Raissa Pranadita Rapper, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Manyar mengatakan, Detektif Agos adalah kependekan dari Detektor Aktif Anti Gosong. Alat ini diletakkan di dapur yang disalurkan melalui adaptor yang teraliri listrik. Alat ini bekerja jika si pemasak meninggalkan dapur, atau dapur posisi tidak berpenghuni. Tak hanya itu, Detektif Agos juga mampu mendeteksi kebocoran gas LPG dan suhu panas di atas 40 derajat.

"Alat ini adalah sebuah solusi pendeteksi gosong di dapur dan meminimalisir kebakaran di rumah. Diharapkan inovasi ini diharapkan dapat mengatasi kebakaran sejak dini. Detektif Agos’ dilengkapi suara beep (alarm) juga dengan suara yang dapat direkam oleh pemilik dapur," ujarnya.

Sementara itu rekan sekelas Raissa yaitu Nasya Nadhira Ghazyah menambahkan, Detektif Agos dapat Memperingatkan penghuni rumah terhadap kelalaian ketika menggunakan kompor, sehingga bila terdapat suara speaker maka penghuni rumah segera bergegas ke dapur. Terpenting berharap dapat mengantisipasi dan mencegah kenaikan jumlah kebakaran.

Keduanya lalu kompak menjelaskan, Komponen yang paling utama pada alat ini adalah Arduino Uno merupakan otak yang bekerja di alat ini. Kemudian sensor microwave yang mendeteksi keberadaan orang dengan daya tangkap 180 derajat serta sensor suhu LM35 hingga panas 40 derajat celsius. Satu lagi adalah sensor asap MQ2 dan spiker dimana semua komponen terkoneksi dengan Arduino Uno.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar